JATENGKU.COM, SEMARANG — Penyakit leptospirosis yang disebabkan oleh bakteri dari air kencing tikus masih menjadi ancaman kesehatan lingkungan, terutama saat musim penghujan dan di kawasan dengan sanitasi yang kurang optimal. Salah satu wilayah yang termasuk dalam kategori rawan tersebut adalah RW 1 Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, yang dikenal sebagai kawasan yang sering terdampak banjir rob, sehingga sangat rentan terhadap penyebaran penyakit yang ditularkan melalui genangan air yang terkontaminasi. Untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus melakukan tindakan pencegahan, mahasiswa KKN-T 139 Universitas Diponegoro (UNDIP) Kelompok 1 menginisiasi program sosialisasi dan penyemprotan disinfektan di wilayah tersebut.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pengabdian multi-disiplin dalam KKN Tematik UNDIP 2025, dengan dukungan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Puskesmas Mangkang.
Bentuk kolaborasi tersebut terwujud dalam penyediaan disinfektan untuk penyemprotan serta pendalaman materi mengenai penyakit leptospirosis dan strategi pencegahannya, yang digunakan mahasiswa sebagai acuan dalam memberikan edukasi ke masyarakat.
Meski tenaga kesehatan tidak turut serta secara langsung dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, mahasiswa menjalankan tugasnya dengan arahan dan bekal yang telah diberikan sebelumnya. Mereka dilatih untuk menyampaikan informasi kepada warga secara tepat dan bertanggung jawab serta menggunakan disinfektan sesuai dengan standar keamanan yang dianjurkan.
Program ini dimulai dengan sosialisasi pada tanggal 25 Juli 2025, yang dilakukan secara langsung kepada warga RW 1. Mahasiswa menyampaikan edukasi mengenai penyebab leptospirosis, cara penularannya, gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan di lingkungan rumah tangga, seperti menjaga kebersihan, menutup saluran air, serta menghindari genangan yang menjadi tempat berkembangbiaknya tikus.
Kemudian, pada 27 Juli 2025, kegiatan dilanjutkan dengan penyemprotan disinfektan secara door to door ke rumah-rumah warga. Kegiatan ini diawali dengan apel pagi bersama Ketua DPRD Kota Semarang, Bapak Kadar Lusman, SE., MM. dan Lurah Mangkang Kulon Ibu Sugiarti, SE., yang turut hadir untuk memberikan semangat dan apresiasi kepada para mahasiswa dan warga.

Dalam sambutannya, Bapak Kadar Lusman, SE., MM. menyampaikan pentingnya kolaborasi antara elemen masyarakat dan mahasiswa untuk menghadapi tantangan kesehatan lingkungan. Ia menyebutkan bahwa tindakan pencegahan seperti ini adalah bentuk kesiapsiagaan masyarakat yang luar biasa.
Ibu Sugiarti, SE., selaku Lurah Mangkang Kulon, juga menegaskan bahwa upaya edukatif dan preventif dari mahasiswa KKN sangat membantu pihak kelurahan dalam membangun kesadaran warga terhadap pentingnya hidup bersih dan sehat.
Penyemprotan dilakukan dengan menyusuri gang-gang dan permukiman padat penduduk, menyasar area belakang rumah, saluran air, serta tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang tikus dan sumber penyebaran penyakit. Mahasiswa juga memberikan selebaran informasi dan panduan singkat kepada warga mengenai cara pencegahan leptospirosis secara mandiri.
Dengan semangat gotong royong dan bekal ilmu yang telah diperoleh dari dinas dan tenaga kesehatan, mahasiswa KKN-T 139 UNDIP menunjukkan peran nyatanya sebagai agen perubahan, tidak hanya membawa pengetahuan dari kampus, tapi juga menghadirkan solusi yang bermanfaat langsung untuk masyarakat









