JATENGKU.COM, KLATEN – Kesadaran akan potensi bencana merupakan pengetahuan krusial yang harus ditanamkan sejak bangku sekolah dasar. Menyadari hal tersebut, Muhamad Tegar Arya Saputra, mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program kerja multidisiplin berupa sosialisasi mitigasi bencana banjir dan gempa bumi yang ditujukan bagi siswa-siswi di SD Katekan 2, Desa Katekan, Gantiwarno, Klaten.
Kegiatan yang melibatkan seluruh anggota tim ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis namun menyenangkan mengenai langkah-langkah penyelamatan diri. Mengingat wilayah Klaten memiliki histori dan potensi risiko bencana geologis maupun hidrometeorologi, edukasi ini menjadi langkah preventif yang sangat vital. Seluruh mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan berkolaborasi untuk memastikan materi yang disampaikan tidak hanya akurat secara teknis, tetapi juga mudah dicerna oleh anak-anak.

Sebagai mahasiswa Sastra Inggris yang berfokus pada efektivitas narasi dan komunikasi, saya bersama tim mengemas seluruh rangkaian kegiatan ini ke dalam sebuah video dokumentari edukatif. Dokumenter ini bukan sekadar rekaman kegiatan, melainkan dirancang sebagai media pembelajaran visual yang merangkum simulasi perlindungan diri saat gempa seperti teknik drop, cover, and hold on serta pengenalan tanda-tanda banjir dan jalur evakuasi di lingkungan sekolah.
Penggunaan media dokumenter ini bertujuan untuk menciptakan impresi visual yang kuat bagi para siswa. Melalui teknik penyampaian cerita (storytelling) yang menarik dalam video tersebut, kami berharap pesan-pesan keselamatan dapat diingat lebih lama dan dapat dibagikan kembali oleh siswa kepada keluarga mereka di rumah. Pendekatan ini merupakan bentuk nyata dari penerapan ilmu humaniora dalam mendukung program keselamatan publik yang berbasis masyarakat.
Antusiasme siswa SD Katekan 2 terlihat sangat tinggi saat mereka menyaksikan dokumentasi simulasi yang mereka lakukan sendiri. Dengan adanya kolaborasi multidisiplin ini, diharapkan tercipta generasi muda yang tangguh dan memiliki kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi tantangan alam di masa depan. Program ini menjadi bukti bahwa sinergi berbagai bidang ilmu dapat menghasilkan dampak edukatif yang komprehensif bagi masyarakat desa.








