PEKALONGAN, 28 Januari 2026 – Mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda sering kali menjadi tantangan tersendiri di era digital. Namun, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim 43 Tahun 2026 memiliki cara unik untuk memupuk rasa cinta tanah air sejak dini. Bertempat di SDN 1 Bukur, tim KKN ini menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Mengenal Arsitektur Nusantara” yang menyasar siswa kelas 4 dan 5 sekolah dasar.
Mengubah Teori Menjadi Permainan
Program ini diinisiasi oleh Zalfa Nabilasyah, salah satu anggota tim yang melihat pentingnya literasi budaya bagi siswa di tingkat kelas menengah sekolah dasar. Alih-alih memberikan ceramah yang membosankan, Zalfa dan rekan-rekan setimnya menggunakan metode interactive games. Dalam sesi ini, anak-anak kelas 4 dan 5 diajak bermain tebak visual mengenai ragam rumah adat dari Sabang sampai Merauke, yang dirancang sedemikian rupa agar informasi mengenai kekayaan budaya dapat terserap dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan daya tangkap usia mereka.
Kreasi Nyata Lewat Pembuatan Maket Sederhana
Puncak keseruan acara ini adalah sesi pembuatan maket sederhana. Dengan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan mudah ditemukan seperti kardus bekas dan perekat, para siswa dipandu untuk membangun miniatur rumah adat.
Kegiatan ini sangat relevan bagi perkembangan siswa kelas 4 dan 5 karena tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam mengenai:
Struktur Bangunan: Bagaimana konsep rumah joglo bekerja secara cerdas menghadapi kondisi alam.
Ketelitian: Melatih motorik halus anak dalam menyusun bagian-bagian kecil menjadi satu kesatuan yang utuh.
Kerja Sama Tim: Mengajarkan para siswa untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan proyek miniatur mereka.
Harapan untuk Masa Depan
Melalui inisiatif yang dipelopori oleh Zalfa Nabilasyah dan Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim 43 Tahun 2026, diharapkan edukasi mengenai kekayaan lokal tidak berhenti di sini. Kegiatan ini menjadi pemantik rasa ingin tahu yang lebih besar bagi anak-anak untuk menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia di masa depan.
Senyum ceria terpancar dari wajah para siswa kelas 4 dan 5 saat mereka membawa pulang maket hasil karya sendiri. Sebuah bukti bahwa belajar sejarah dan budaya bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan jika dikemas dengan kreativitas yang tepat.











