JATENGKU.COM, SEMARANG – Setiap Rabu malam, Balai RW 05 Perumahan Ungaran Baru, Desa Leyangan, mendadak berubah menjadi ruang belajar penuh semangat. Mahasiswa KKN 9 Universitas PGRI Semarang menghadirkan program bimbingan belajar dengan slogan “Belajar Asik Prestasi Meningkat” yang sukses digelar hingga lima kali sejak awal September.

Puluhan anak SD selalu memenuhi ruangan dengan antusiasme tinggi. Mereka tidak hanya datang untuk belajar, tetapi juga untuk merasakan suasana belajar yang seru, interaktif, dan jauh dari kata membosankan. Setiap anak didampingi langsung oleh seorang kakak mentor, membuat proses belajar menjadi lebih fokus dan mudah dipahami. Mata pelajaran utama seperti Matematika dan Bahasa Inggris yang biasanya dianggap sulit, berhasil dikemas menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Cerita menarik sering terjadi di dalam kelas. Mahasiswa teknik yang sehari-hari akrab dengan hitungan rumit, kini harus lebih sabar dan kreatif dalam menghadapi anak-anak. Bahkan, ada momen ketika seorang siswa membawa PR Bahasa Arab, sehingga para mentor ikut belajar bersama untuk menemukan jawabannya. Semua berjalan dengan penuh canda tawa, menjadikan belajar bukan lagi kewajiban, melainkan pengalaman yang ditunggu-tunggu.

Siswa-siswi peserta bimbel KKN UPGRIS terlihat bersemangat saat mengikuti sesi belajar dan diskusi di Balai Desa Leyangan.

Puncak kegiatan bimbel pada 1 Oktober menjadi momen yang tak terlupakan. Sebagai penutup, anak-anak diajak menonton film Inside Out untuk belajar mengenal dan mengelola emosi. Suasana menjadi hangat ketika mereka bersama-sama memahami bahwa belajar bukan hanya soal angka dan huruf, tetapi juga tentang mengenali diri sendiri. Salah satu siswi, Gina, dengan polos mengungkapkan rasa syukurnya. Ia berkata bahwa berkat kakak-kakak KKN, dirinya terbantu dalam mengerjakan PR yang sulit dan memahami pelajaran yang sebelumnya membingungkan. “Terima kasih kakak-kakak KKN,” ucap Gina dengan senyum penuh ketulusan.

Program bimbel ini juga melibatkan peran orang tua dan masyarakat yang turut memberi dukungan, sehingga pendidikan terasa sebagai tanggung jawab bersama. Ketua KKN 9 Leyangan, Fadhil Raihan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar program sementara, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak desa. “Kami ingin anak-anak terbiasa belajar dengan cara yang menyenangkan, disiplin, dan berani bermimpi. Kalau mereka semangat, prestasi akan ikut meningkat,” ujarnya.

Kegiatan sederhana yang lahir dari semangat mahasiswa KKN ini membuktikan bahwa balai desa dapat disulap menjadi ruang inspirasi. Di dalamnya, anak-anak belajar, tertawa, berbagi cerita, dan menumbuhkan mimpi. Dari Desa Leyangan, sebuah harapan baru tumbuh: pendidikan yang hidup di tengah masyarakat dan melahirkan generasi cerdas serta berkarakter.

Editor: Handayat