JATENGKU.COM, SEMARANG — Banyak pelaku UMKM yang fokusnya masih lebih besar ke produksi dan penjualan, tapi belum terlalu memperhatikan bagaimana mengatur arus kas usaha mereka. Padahal, pengelolaan arus kas yang baik sangat penting supaya usaha bisa bertahan dan berkembang.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Diponegoro yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Pedurungan Kidul mengadakan kegiatan sosialisasi dan pendampingan tentang pengelolaan arus kas bagi pelaku UMKM.

Kegiatan ini diberi judul “Sosialisasi Arus Kas Bisnis kepada Pemilik UMKM di Kelurahan Pedurungan Kidul” dan dilaksanakan oleh Andhika Syah Putra, mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, di bawah bimbingan Riris Tiani, S.S., M.Hum. dan Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum. Selama masa KKN, Andhika memberikan pelatihan kepada salah satu UMKM setempat, yaitu Keripik dan Susu Kedelai Destia, yang selama ini memproduksi camilan dan minuman berbahan kedelai untuk dipasarkan di lingkungan sekitar.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan tentang apa itu arus kas, bagaimana cara mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha secara teratur, pentingnya memisahkan uang pribadi dengan uang usaha, serta bagaimana membuat perkiraan arus kas untuk bulan-bulan berikutnya.

Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana dan disertai contoh langsung dari aktivitas usaha sehari-hari, sehingga lebih mudah dipahami oleh pelaku UMKM.

Sebelum kegiatan ini, pencatatan keuangan di sebagian besar UMKM masih dilakukan secara sederhana atau bahkan hanya diingat di kepala. Hal ini membuat pemilik usaha kesulitan mengetahui kondisi keuangan sebenarnya.

Setelah mengikuti pelatihan, mitra UMKM mulai rutin mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta dapat mengetahui kapan penjualan sedang ramai atau sepi.

Mereka juga menjadi lebih mudah mengatur kapan harus membeli bahan baku dan kapan sebaiknya menahan pengeluaran.

Diharapkan, keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan. Dengan begitu, UMKM tidak hanya bisa menjaga kestabilan keuangan, tetapi juga lebih siap mengembangkan usahanya di masa depan.

Editor: Handayat