JATENGKU.COM, SEMARANG — Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengadakan sosialisasi pencegahan penyakit menular “Pencegahan Cacingan” di SDN Pudakpayung 02, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Jawa Tengah, Rabu (16/7/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa Sekolah Dasar mengenai bahaya dan pencegahan penyakit cacingan yang rentan menyerang anak-anak.
Cacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kelurahan Pudakpayung, terutama pada anak usia sekolah dasar. Padahal cacingan atau infeksi cacing ini mengganggu penyerapan zat gizi penting, menyebabkan anemia, menghambat pertumbuhan, serta menurunkan konsentrasi belajar.
Selain itu, data Puskesmas Pudakpayung menunjukkan prevalensi kasus cacingan di desa ini masih cukup tinggi. Hal ini dipicu karena kurangnya koordinasi dengan orang tua terkait dengan jadwal minum obat cacing. Banyak orang tua yang tidak mengingat kapan anak terakhir kali minum obat cacing.
Obat cacing yang diberikan dari Puskesmas melalui sekolah juga seringkali tidak diminum. Oleh karena itu, sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya penurunan angka cacingan melalui edukasi dan pencegahan dini.
Perwakilan kelompok KKN UNDIP, Rafied, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan anak-anak Sekolah Dasar kelas 1 sampai 6 sebagai target utama.
“Kami ingin memberikan edukasi mengenai pentingnya mencegah cacingan demi kesehatan yang prima dan konsentrasi belajar yang bagus bagi anak sekolah. Selain itu, kami juga mengingatkan pentingnya cuci tangan sebagai salah satu cara pencegahan utama” ujar Rafied.

Kegiatan sosialisasi ini diawali dengan pemaparan materi oleh tim KKN yang terdiri dari mahasiswa jurusan Kedokteran. Mereka menjelaskan tentang kebiasaan yang menyebabkan kecacingan, jenis-jenis cacing yang dapat hidup di tubuh manusia, gejala-gejala cacingan, dan upaya pencegahan cacingan.
Pemaparan ini juga disertai dengan pembagian bookmark/pembatas buku yang berisi ringkasan materi terkait cacingan. Selain pemaparan materi, tim KKN juga mengadakan sesi tanya jawab untuk memfasilitasi diskusi antara peserta dan pemateri. Selain itu juga diadakan quiz dengan sistem nomor undian/doorprize untuk menguji pemahaman peserta terkait materi yang disampaikan.
Banyak siswa-siswi yang antusias mengecek nomor undian dan menjawab pertanyaan yang diberikan. Abin, salah satu peserta, mengaku sudah memahami terkait materi yang telah diberikan. “Saya semakin paham kalau orang yang cacingan itu ciri-cirinya gimana. Saya jarang mencuci tangan setelah main dari luar rumah, Nanti saya lebih sering cuci tangan agar mencegah cacingan” ungkap Abin.
Kegiatan yang berlangsung selama empat jam ini mendapatkan apresiasi positif dari pihak sekolah. Ibu Yuni, salah satu guru di SDN Pudakpayung 03, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas rangkaian kegiatan sosialisasi yang diadakan oleh mahasiswa KKN UNDIP di sekolah ini.
“Ini adalah kegiatan yang sangat berguna untuk anak-anak. Anak-anak jadi tahu apa itu cacingan, bagaimana cara mencegahnya, bahayanya cacingan, dan pentingnya minum obat cacing. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan di sekolah ini nantinya,” kata Ibu Yuni.
Kegiatan KKN UNDIP di Kelurahan Pudakpayung ini merupakan bagian dari program kerja mereka yang berlangsung selama satu bulan lebih. Selain sosialisasi pencegahan cacingan, mahasiswa KKN juga berencana melakukan berbagai kegiatan lain, seperti cek kesehatan gratis, kunjungan ke keluarga dengan anak yang mengalami stunting, serta sosialisasi dengan tema lainnya yaitu anemia, pubertas, dan pencegahan merokok. Mahasiswa KKN berharap kegiatan-kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Kelurahan Pudakpayung.










