JATENGKU.COM, SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim 137 menggelar serangkaian kegiatan pencegahan stunting di Kelurahan Panggung Lor, Kota Semarang.
Melalui penyuluhan dan demo masak, mereka memperkenalkan olahan tinggi protein berupa kefir (susu fermentasi) dan produk pangan olahan berupa nugget ikan nila sebagai solusi gizi murah dan mudah dibuat. Kegiatan ini diikuti belasan ibu-ibu PKK RW 6 dengan antusiasme tinggi.

Penyuluhan dilaksanakan pada Kamis (5/6/2025), membahas pentingnya asupan protein untuk mencegah stunting serta sosialisasi demo masak, khususnya pada anak balita dan ibu hamil. Tim KKN UNDIP memaparkan manfaat kefir, cara pembuatan kefir, hingga cara penyimpanannya agar tahan lama dan tetap bernutrisi.
Selanjutnya, pada Rabu (9/7/2025), diadakan demo masak pembuatan kefir dan nugget ikan nila sebagai alternatif sumber protein terjangkau. Ikan nila dipilih karena mudah didapat di Panggung Lor dan harganya ekonomis. Peserta diajarkan mengolah ikan hingga menjadi nugget siap saji, termasuk tips memodifikasi rasa dan tekstur agar disukai anak-anak.
“Kami ingin warga sadar bahwa makanan bergizi tidak harus mahal. Nugget ikan nila, dan juga kefir, tentunya bisa dibuat sendiri di rumah, sehat, bergizi, dan murah” jelas Rafli Alarik, mahasiswa jurusan Teknologi Hasil Perikanan, salah satu anggota tim. Selain praktik langsung, mahasiswa juga membagikan leaflet atau brosur berisi materi penyuluhan, resep, dan produk jadi berupa susu kefir dan nugget ikan nila kepada warga.
Pelatihan yang digelar di balai RW setempat ini disambut antusias oleh ibu-ibu PKK. Mereka tidak hanya tertarik mencicipi hasil olahan, tetapi juga menunjukkan minat kuat untuk mempraktikkan sendiri di rumah. Menurut para peserta, bahan-bahan yang digunakan mudah didapat di area sekitar, sementara proses pembuatannya tidak membutuhkan peralatan mahal maupun teknologi rumit.
Kedepannya, diharapkan inisiatif ini bisa diteruskan oleh PKK setempat sebagai upaya berkelanjutan menekan angka stunting. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNDIP ini berharap agar kegiatan ini tidak berhenti di tahap edukasi, tetapi berkembang menjadi gerakan ekonomi lokal berbasis inovasi sederhana.
Dengan keterampilan yang telah dimiliki, warga diharapkan mampu mengembangkan produk olahan ini menjadi peluang usaha rumahan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Langkah kecil ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan potensi lokal yang dipadukan dengan pengetahuan sederhana dapat menjadi solusi nyata dalam mencegah stunting sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.










