JATENGKU.COM, SEMARANG —  Dalam upaya mendukung ketahanan pangan keluarga dan mendorong gaya hidup ramah lingkungan, Mahasiswa KKN-T TIM 104 Kelompok 1 Universitas Diponegoro, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Riris Tiani, S.S., M.Hum., dan Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum menginisiasi program budidaya aquaponik di halaman rumah warga di Kelurahan Pedurungan Kidul.

Program ini dirancang sebagai solusi inovatif bagi masyarakat untuk memproduksi pangan sehat secara mandiri di tengah terbatasnya lahan pertanian untuk mewujudkan kemandirian pangan. Salah satunya dengan aquaponik atau sistem pertanian modern yang menggabungkan budidaya ikan (akuakultur) dan tanaman (hidroponik) dalam satu ekosistem terpadu.

Bibit tanaman kangkung juga turut diberikan kepada warga untuk selanjutnya dapat ditanam di pot yang telah tersedia. Mahasiswa juga menyarankan untuk memberikan benih ikan lele yang dirasa memiliki ketahanan hidup yang tinggi dibanding dengan jenis ikan lainnya.

Pembuatan aquaponik dilakukan di RT 02 RW 03 Kelurahan Pedurungan Kidul tepatnya di dalam Taman Toga RT 02 yang berlangsung pada Jumat, 25 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat dalam menghadirkan solusi pertanian modern yang ramah lingkungan, efisien, dan mudah diterapkan di lingkungan rumah.

Mahasiswa KKN-T TIM 104 Kelompok 1 Universitas Diponegoro bersama warga secara gotong royong merakit instalasi sederhana menggunakan pipa paralon dan terpal bekas untuk pembuatan kolam ikan mini.

Ciptakan Pangan Sehat dari Halaman Sendiri, Mahasiswa KKN-T 104 Membangun Aquaponik sebagai Pilar Ketahanan Pangan Keluarga

Ciptakan Pangan Sehat dari Halaman Sendiri, Mahasiswa KKN-T 104 Membangun Aquaponik sebagai Pilar Ketahanan Pangan Keluarga

Mahasiswa KKN-T 104 Universitas Diponegoro juga memberikan sosialisasi mengenai cara kerja sistem aquaponik, manfaatnya untuk keluarga, serta cara perawatan rutin agar dapat berfungsi optimal. Warga menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan ketertarikan untuk mengembangkan sistem serupa di rumah mereka masing-masing.

Antusias warga juga ditunjukkan selama perakitan sistem aquaponik berlangsung. Banyak warga yang ikut hadir dan turut berpartisipasi membantu pemasangan aquaponik. Beberapa warga juga menyarankan lokasi terbaik untuk penempatan aquaponik, agar orang-orang dapat melihat dengan jelas dari luar Taman Toga RT 02.

“Warga puas dan senang dengan adanya Aquaponik di lingkungan RT 02. Sangat membantu dan bermanfaat bagi lingkungan kami. Semoga setelahnya bisa ditanami benih yang lebih beragam.” ujar Pak Agus Pram selaku Ketua RT 02 RW 03. “Nanti akan kami tambahkan ikan di bawahnya,” sambung Pak Agus sembari tertawa ketika berpapasan dengan kami setelah kegiatan kerja bakti usai.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa Tim KKN-T 104 Universitas Diponegoro berharap aquaponik dapat menjadi pemantik bagi masyarakat RT 02 untuk mulai mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehat dari rumah sendiri. Harapannya, inovasi sederhana ini bisa terus dikembangkan secara berkelanjutan, tidak hanya sebagai solusi pangan, tetapi juga sebagai bentuk kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan potensi lokal.

Editor: Handayat