JATENGKU.COM, WONOGIRI – Dusun Sentul, Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Multidisiplin Universitas Diponegoro (Undip). Mengusung tema “Pengembangan UMKM Berbasis Aquaponik Terpadu”, kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (2/2/2026) ini disambut antusias oleh Karang Taruna serta masyarakat setempat.

Program utama yang diusung adalah pengembangan sistem aquaponik terintegrasi, sebuah perpaduan cerdas antara budidaya ikan lele dan hidroponik kangkung. Sistem ini memanfaatkan sirkulasi air menggunakan pompa mesin, di mana air kolam lele yang kaya nutrisi dialirkan sebagai pupuk alami bagi tanaman kangkung.

Melalui mekanisme ini, tercipta sistem produksi pangan yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Masyarakat dapat memanen dua komoditas sekaligus—ikan lele dan sayuran kangkung—dari satu lahan yang sama.

Tak hanya sekadar instalasi, tim KKN juga memberikan edukasi terkait teknologi kontrol dan monitoring sederhana berbasis mikrokontroler. Teknologi ini berfungsi menjaga kualitas air serta memantau pertumbuhan ikan dan tanaman. Edukasi mencakup perancangan, instalasi, hingga perawatan sistem agar warga mampu menerapkannya secara mandiri di pekarangan rumah.

Guna meningkatkan nilai ekonomi hasil panen, mahasiswa KKN memperkenalkan inovasi olahan pangan berbahan dasar lele dengan sentuhan kuliner Jepang, seperti Lele Katsu dan Onigiri Lele.

Langkah ini diambil untuk mengubah persepsi bahwa lele hanya bisa dijual segar dengan harga rendah. Dengan pengolahan yang kreatif, lele memiliki nilai tambah (added value) yang tinggi dan berpotensi menjadi produk unggulan UMKM desa.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim KKN memberikan pendampingan bisnis dari hulu ke hilir, meliputi:

  • Perhitungan biaya produksi dan potensi keuntungan.
  • Pembuatan identitas usaha, desain logo, dan kemasan ramah lingkungan.
  • Pendampingan sertifikasi halal.
  • Digitalisasi UMKM melalui pendaftaran lokasi di Google Maps dan edukasi pemasaran digital.
Mahasiswa KKN Undip menyerahkan alat aquaponic kepada Bapak Kepala Dusun Sentul dengan harapan dapat dilanjutkan dan dikembangkan.

Acara ditutup dengan penyerahan simbolis alat aquaponik dari mahasiswa KKN Undip kepada Kepala Dusun Sentul. Penyerahan ini membawa harapan agar program tersebut terus dikelola dan dikembangkan oleh warga.

Program ini menuai respons positif. Salah satu perwakilan Karang Taruna Dusun Sentul mengungkapkan relevansi program ini dengan kondisi desa.

“Selama ini banyak lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan maksimal. Dengan adanya sosialisasi aquaponik ini, kami jadi paham bahwa dari lahan sempit pun bisa menghasilkan ikan dan sayur sekaligus, bahkan bisa diolah menjadi produk UMKM,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, warga lain juga menyambut baik inovasi olahan pangan yang diajarkan.

“Biasanya lele dijual mentah dengan harga rendah. Setelah dijelaskan cara mengolah dan memasarkan produk seperti onigiri atau katsu lele, kami jadi lebih semangat karena nilai jualnya jauh lebih tinggi,” ungkap salah satu warga.

Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas

Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari kolaborasi tim mahasiswa dengan keahlian masing-masing:

  • Teknologi & Infrastruktur:
    • Lingga Deva Mahen Dera: Pengembangan sistem aquaponik dan teknologi kontrol.
    • Afdhol Arafat Lintang PPSN: Perancangan sistem aquaponik otomatis berbasis mikrokontroler.
    • William Alexander Sitinjak: Desain perpipaan dan tata letak sistem.
    • Azhar Arfahany: Pendampingan instalasi aquaponik drum lele skala rumah tangga.
  • Ekonomi & Bisnis:
    • Aiga Darma Ramadhani: Pengembangan inovasi olahan lele (kuliner Jepang).
    • Najma Ali: Pendampingan perhitungan biaya produksi.
    • Muhammad Malvin Fawwaz Yanand & Shintya Arlita Dewi: Manajemen usaha dan pemasaran digital.
    • Laysa Zuyyina Putri Pradana: Digitalisasi UMKM (pendaftaran Google Maps).

Melalui kegiatan ini, masyarakat Dusun Sentul diharapkan mampu mandiri dalam menciptakan ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Editor: Handayat

Tag