JATENGKU.COM, DEMAK – Permasalahan sampah di wilayah pesisir menjadi salah satu tantangan yang serius, terutama akibat pengolahan sampah yang kurang baik oleh masyarakat atau pemerintah daerah. Rendahnya kesadaran untuk memilah dan mengolah sampah dengan baik serta terbatasnya media pengolahan sampah serta sumber daya dalam pengelolaan berbasis masyarakat menjadikan masalah sampah semakin menumpuk hingga dapat merugikan lingkungan sekitar.
Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN-T Tim 4 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dalam upaya mewujudkan kemandirian pengelolaan sampah di RT 11 Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak.
Program ini difokuskan pada edukasi dan pendampingan rumah tangga dalam pemilahan sampah organik dan anorganik serta pemanfaatan sampah organik menjadi briket arang sebagai sumber alternatif yang bernilai guna.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi dan Praktik
Kegiatan diawali dengan sosialisasi door to door ke rumah warga RT 11 mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah. Warga diberikan pemahaman tentang perbedaan sampah organik dan anorganik, serta dampak lingkungan yang akan ditimbulkan akibat pengelolaan sampah yang tidak tepat. Melalui edukasi tersebut warga juga diberikan pengetahuan terkait potensi ekonomi yang menguntungkan dari pengolahan sampah tersebut.
Selain edukasi, mahasiswa KKN-T Tim 4 UNDIP juga melakukan pendampingan langsung kepada warga dalam praktik pemilahan sampah sehari-hari. Bersama dengan warga, mahasiswa bekerjasama memisahkan sampah dapur seperti sisa makanan, daun kering sebagai sampah organik dan sampah anorganik seperti plastik, botol dan kemasan.

Inovasi Briket Arang dari Sampah Organik
Salah satu inovasi utama dari program ini adalah pembuatan briket arang dari sampah organik seperti sampah sayur, daun kering dan lainnya. Briket arang ini dipilih sebagai solusi karena mudah untuk dibuat, ramah lingkungan dan dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Pembuatan briket ini tergolong cukup mudah, sampah organik dikeringkan kemudian dibakar dan ditumbuk hingga halus. Setelah itu, arang halus dicampur dengan larutan tepung kanji sebagai perekat kemudian dicetak dan dikeringkan kembali hingga siap untuk digunakan.
Harapan Keberlanjutan Program
Tidak hanya berorientasi terhadap lingkungan, pembuatan briket arang dari sampah organik dapat menjadi potensi ekonomi bagi masyarakat sekitar sejalan dengan konsep ekonomi sirkular. Dalam konsep ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Tim 4 UNDIP berharap masyarakat Desa Purworejo dapat terus menerapkan pemilahan sampah secara mandiri serta mengembangkan pemanfaatan sampah organik berkelanjutan. Penerapan konsep ekonomi sirkular dalam program ini diharapkan dapat menggeser budaya “buang” menjadi budaya “olah dan manfaatkan”. Dengan demikian, tidak hanya volume sampah di lingkungan pesisir yang berkurang tetapi juga menyelamatkan lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis pengolahan sampah di tingkat rumah tangga dan komunitas.








