JATENGKU.COM, KENDAL – Dalam rangka mendukung pengembangan kualitas kopi lokal Kendal, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Menyusun dan memberikan booklet edukatif mengenai Teknik sangrai (roasting) dan cupping kopi untuk membantu karyawan Gedong Coffee untuk menjaga konsistensi rasa dan mutu produknya.

Pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Iptek Bagi Desa Binaan (KKN-T IDBU) Tim 21 di Gedong Coffee, Dusun Gedong, Desa Gedong, Patean, Kabupaten Kendal pada Senin (03/8).

Program tersebut merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam menguatkan pengetahuan pengrajin kopi, terutama mengenai keterampilan dalam menghasilkan kopi yang berkualitas melalui panduan roasting dan cupping.

Kopi merupakan salah satu komoditas dengan potensi besar di Desa Gedong. Namun, pengolahan yang belum seragam kerap menjadi tantangan bagi pengrajin kopi.

Proses pendampingan praktik sangrai (roasting) kopi kepada karyawan Gedong Coffee. Kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi untuk meningkatkan pengetahuan pengrajin dalam menghasilkan kopi berkualitas.

Menyadari hal tersebut, mahasiswa KKN-T Undip Tim 21 menghadirkan booklet panduan roasting dan cupping sebagai Upaya dalam meningkatkan kualitas dan konsistensi cita rasa kopi produksi Gedong Coffee yang dapat digunakan secara berkelanjutan.

Booklet panduan roasting dan cupping tersebut disusun oleh mahasiswa lintas program studi, yaitu dari program studi administrasi bisnis dan teknologi pangan, serta dengan pendampingan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan bantuan praktis dari barista berpengalaman yang telah memiliki sertifikasi resmi.

Selama ini, sebagian petani kopi mengandalkan pengalaman turun temurun serta pengalaman dari pelatihan yang tidak dilakukan secara rutin. Hal ini kerap menimbulkan perbedaan dalam proses pengolahan yang akhirnya dapat mempengaruhi kualitas kopi.

Dengan adanya panduan tertulis dan buku pegangan tersebut, diharapkan mereka dapat bekerja dan menerapkan panduan-panduan yang ada kedalam kegiatannya sehari-hari sehingga kualitas kopi akan sama dan konsisten dari waktu ke waktu.

Booklet panduan roasting dan cupping ini berisikan tata cara roasting atau menyangrai kopi mulai dari pemilihan biji yang tepat, anatomi mesin roasting, tingkatan roasting, hingga penyimpanan kopi yang telah di roasting. Selain itu terdapat pula panduan untuk melakukan cupping atau evaluasi kualitas kopi. Beberapa hal yang terdapat di dalam panduan berupa alat dan bahan yang diperlukan, tata cara pengujian, hingga tata cara pengisian form cupping.

Terdapat pula materi mengenai bagaimana cara mengecek kualitas green bean sebelum roasting, dasar-dasar blending atau pencampuran kopi, target pasar kopi sesuai jenis kopi dan tingkatan sangrai, serta panduan ukuran giling agar menghasilkan seduhan yang tepat.

Booklet ini disusun dengan harapan dapat digunakan sebagai pegangan jangka Panjang yang tetap bermanfaat meski program KKN telah usai. Booklet tersebut juga dapat digunakan sebagai panduan untuk generasi-generasi penerus pekerja di Gedong Coffee untuk menghasilkan kopi yang konsisten dan berkualitas.

Pihak Gedong Coffee pun menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN Undip dalam pembuatan booklet tersebut. Mereka menilai booklet tersebut dapat mendukung upaya peningkatan standar sekaligus memperkuat citra merek di mata pembeli.

Dosen pembimbing lapangan yaitu Bapak Ardy Wibowo, S.S.T., M.B.A, memberikan apresiasi atas program ini. Menurutnya booklet tersebut adalah contoh bagaimana mahasiswa dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah agar bermanfaat langsung bagi Masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami teori, tapi juga bagaimana dapat memberikan ilmunya tersebut ke Masyarakat. Booklet tersebut terlihat sederhana, namun diharapkan dapat memiliki dampak yang besar bagi pengolah kopi di Desa Gedong ini.”

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Undip berharap kontribusi yang telah dilakukan dapat menjadi salah satu fondasi dalam perjalanan Gedong Coffee menuju UMKM yang lebih profesional dan memiliki daya saing, dapat memperluas pasar, serta akhirnya dapat mengangkat nama Desa Gedong sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Kendal

Editor: Handayat