JATENGKU.COM, WONOGIRI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan edukasi teknologi dengan tema Pengenalan Mikrokontroler Arduino Uno dan ESP32 kepada Karang Taruna Dusun Sentul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, pada Senin (2/2/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan pemuda desa mengenai dasar teknologi mikrokontroler serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mikrokontroler merupakan perangkat elektronik yang berfungsi sebagai pusat pengendali dalam berbagai sistem otomatis dan teknologi berbasis Internet of Things (IoT). Seiring perkembangan teknologi, pemahaman terhadap mikrokontroler menjadi penting, khususnya bagi generasi muda, agar mampu beradaptasi dan berinovasi sesuai kebutuhan masyarakat desa.
Ketua pelaksana kegiatan dari mahasiswa KKN menyampaikan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah Karang Taruna sebagai generasi produktif desa. “Kami ingin mengenalkan dasar mikrokontroler kepada pemuda desa agar mereka memahami bahwa teknologi ini dapat diterapkan secara sederhana, misalnya untuk sistem penerangan otomatis, monitoring suhu, atau pengendalian perangkat elektronik,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian mikrokontroler, fungsi utama, serta perbedaan antara Arduino Uno dan ESP32. Selain itu, mahasiswa KKN juga
menjelaskan contoh penerapan mikrokontroler di lingkungan desa, seperti pengelolaan penerangan umum dan sistem otomatis berbasis sensor.
Untuk menambah pemahaman peserta, mahasiswa KKN memperlihatkan langsung bentuk fisik papan mikrokontroler beserta beberapa komponen pendukungnya. Peserta diberikan kesempatan untuk melihat dan memegang perangkat secara langsung, sehingga dapat memahami fungsi tiap bagian secara lebih nyata.
Antusiasme Karang Taruna terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi tanya jawab. Beberapa pemuda mengajukan pertanyaan terkait cara kerja mikrokontroler serta peluang penerapannya untuk mendukung kegiatan desa. Salah satu anggota Karang Taruna mengaku tertarik untuk mempelajari teknologi tersebut lebih lanjut.
“Awalnya kami mengira mikrokontroler itu rumit, tapi setelah dijelaskan ternyata bisa digunakan untuk hal-hal sederhana yang bermanfaat di desa,” ungkap salah satu peserta.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap Karang Taruna Dusun Sentul dapat memiliki pemahaman awal mengenai teknologi mikrokontroler serta termotivasi untuk mengembangkan inovasi berbasis teknologi tepat guna. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan literasi teknologi di lingkungan desa.
Program pengenalan mikrokontroler ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN yang dilaksanakan selama masa pengabdian. Selain edukasi teknologi, mahasiswa KKN juga merencanakan kegiatan lain yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa.






