JATENGKU.COM, Semarang – Mahasiswa KKN Mandiri Universitas Ivet menginisiasi program bertajuk “Galon Hijau: Satu Galon Bekas, Banyak Manfaat untuk Lingkungan” di RT 03/RW 02, Jalan Gondang Timur V, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang pada Minggu (25/Januari/2026). Program ini bertujuan mendorong kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga melalui pemanfaatan limbah organik dan anorganik secara produktif.

Kelurahan Kramas merupakan kawasan permukiman perkotaan yang dinamis dan berada dekat dengan lingkungan kampus Universitas Diponegoro. Tingginya mobilitas penduduk, termasuk mahasiswa yang tinggal di rumah kontrakan, menjadikan wilayah ini memiliki karakteristik heterogen dengan tantangan tersendiri dalam pengelolaan lingkungan. Kondisi tersebut menjadi dasar perancangan program yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat setempat.

Program “Galon Hijau” mengintegrasikan tiga kegiatan utama, yakni pembuatan ecoenzim, pemanfaatan galon bekas sebagai media tanam hidroponik, serta penyaluran galon bekas ke bank sampah.

Kegiatan diawali dengan pembuatan ecoenzim yang memanfaatkan limbah dapur berupa kulit buah melon dan nanas. Bahan tersebut difermentasi menggunakan gula dan air dengan komposisi tertentu dalam wadah tertutup selama kurang lebih tiga bulan. Proses fermentasi menghasilkan cairan alami yang memiliki beragam manfaat bagi kebutuhan rumah tangga.

Pada skala domestik, ecoenzim dapat digunakan sebagai pembersih alami, pengurang bau pada tempat sampah dan toilet, serta berpotensi sebagai disinfektan alami. Selain manfaat praktis tersebut, ecoenzim juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan karena dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan pestisida alami, serta membantu menekan tingkat pencemaran air dan udara akibat limbah kimia rumah tangga.

Mahasiswa KKN Mandiri Universitas Ivet memberikan edukasi dan praktik langsung penanaman bibit kangkung dan tomat menggunakan media galon bekas dalam program “Galon Hijau” pada Minggu (25/Januari/2026).

Selain pengolahan limbah organik, mahasiswa juga memperkenalkan metode penanaman hidroponik sederhana dengan memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam. Galon dibentuk menjadi beberapa bagian dan dipadukan dengan gelas plastik bekas sebagai pengganti netpot yang dilengkapi sumbu kain flanel untuk membantu penyerapan nutrisi. Bibit kangkung dan tomat dipilih karena mudah dibudidayakan serta sesuai untuk lingkungan permukiman dengan lahan terbatas.

Pendekatan ini tidak hanya mendukung pengurangan sampah anorganik, tetapi juga mendorong produktivitas rumah tangga. Kegiatan menanam dinilai dapat menjadi aktivitas positif bagi masyarakat, khususnya remaja, sebagai alternatif kegiatan yang lebih bermanfaat dan membantu mengurangi penggunaan gawai secara berlebihan.

Sebagai penguatan program, mahasiswa turut menyalurkan galon bekas ke bank sampah setempat. Melalui sistem bank sampah, sampah anorganik yang telah dipilah, termasuk galon bekas, tidak hanya berkurang jumlahnya sebagai limbah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Selain itu, keberadaan bank sampah berperan penting dalam memberikan edukasi mengenai prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) guna mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan di lingkungan masyarakat.

Mahasiswa KKN Mandiri Universitas Ivet, Rachmaindra Puspita Rini, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai solusi sederhana namun aplikatif.

“Melalui ‘Galon Hijau’, saya ingin menunjukkan bahwa satu galon bekas dapat memberikan banyak manfaat bagi lingkungan. Pengelolaan sampah dapat dimulai dari skala rumah tangga dengan cara yang sederhana dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui program ini, mahasiswa berharap tercipta peningkatan kesadaran kolektif masyarakat Kelurahan Kramas dalam mengelola limbah secara bijak serta membangun lingkungan permukiman yang lebih bersih, produktif, dan ramah lingkungan.

Penulis: Rachmaindra Puspita Rini, Mahasiswa Program Studi Gizi KKN X Mandiri Universitas Ivet
Dosen Pembimbing Lapangan: Fahmy Zuhda Bahtiar,S.Pd., M.Pd.

Editor: Handayat

Tag