JATENGKU.COM, Sragen — Jagung merupakan sumber perekonomian utama di Desa Ngargotirto. Dengan jumlah produksi yang melimpah, tentunya limbah atau sisa-sisa dari jagung tersebut akan banyak juga. Bonggol atau janggel dalam Bahasa Jawa, merupakan limbah utama dari hasil pertanian jagung. Bonggol jagung sering kali dibakar karena mengganggu dan mengotori lingkungan karena keras, kasar, dan berserakan. Namun, bonggol jagung juga dapat dimanfaatkan lebih dari sekedar limbah.

Bonggol jagung memiliki memiliki kandungan nutrisi seperti kadar air, bahan kering, protein kasar, dan serat kasar yang berturut-turut sebanyak 29,54%, 70,45%, 2,67%, dan 46,52% dalam 100% bahan kering (Sumber: Rusdiyanto dkk., 2023). Dengan kandungan tersebut maka bonggol jagung dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif. Dalam pembuatan pakan ternak alternatif tersebut harus dilakukan melalui tahap fermentasi. Fermentasi dilakukan untuk meningkatkan kecernaan pakan, menurunkan serat kasar, meningkatkan kandungan protein, melembutkan tekstur, serta membuat pakan lebih awet.

Berdasarkan kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro Tahun 2026 Tim 112 yang berlokasi di Desa Ngargotirto menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dengan tema “Pemanfaatan Bonggol Jagung sebagai Pakan Ternak dengan Fermentasi”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Ngargotirto. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dari limbah pertanian jagung serta memberi nilai tambah pada limbah tersebut, terutama bonggol jagung.

Program ini dilaksanakan melalui rangkaian pelatihan dan pendampingan, meliputi pengenalan bahan baku pakan dan teknik fermentasi bonggol jagung yang sederhana, mudah, dan efisien. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai nilai ekonomis bonggol jagung dan beberapa tips seputar fermentasi yang baik.

Materi yang diberikan mendapatkan reaksi yang antusias dari masyarakat sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai petani jagung. Bonggol jagung yang bertebaran di mana-mana dan sering dibakar, ternyata dapat diolah menjadi pakan ternak alternatif secara mudah. Bahkan dengan skala pengolahan yang lebih besar, pakan alternatif ini tidak hanya dapat dikonsumsi oleh ternak sendiri tapi juga berpotensi untuk dijual sebagai pakan alternatif yang bergizi.

Dengan dilaksanakannya program ini, masyarakat mendapatkan materi tentang pemanfaatan limbah bonggol jagung serta dapat melakukan fermentasi bonggol jagung menjadi pakan alternatif bernilai tambah.

Hadirkan Solusi untuk Limbah Bonggol Jagung, Tim KKN-R 112 UNDIP Adakan Sosialisasi tentang Pemanfaatan Bonggol Jagung menjadi Pakan Ternak Alternatif di Desa Ngargotirto

Referensi:
Rusdiyanto, M. et al. (2023). Pemanfaatan Limbah Bonggol Jagung Menjadi Pakan Ternak Alternatif Di Desa Bangsri, Blora. Jurnal Abdimas Bhakti Mulia, Vol. 1 (No. 2). DOI: https://doi.org/10.33369/bhaktimulia.v1i2.31208

Penulis: Muhammad Reza Arfansyah, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Kimia
Kelompok: Tim 112 Desa Ngargotirto KKN Reguler UNDIP Tahun 2026

Editor: Handayat

Tag