Mahasiswa KKN-T Tim 100 Universitas Diponegoro berhasil melaksanakan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) kepada kelompok tani guna memanfaatkan limbah cair tahu menjadi produk dengan nilai guna tinggi di Balai Desa Dersansari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang pada hari Jum’at (15/08/2025).

Pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang dipaparkan oleh Dewi Wulansari (Agroekoteknologi UNDIP) kepada kelompok tani menjadi upaya pengoptimalan limbah cair tahu menjadi produk dengan nilai guna yang tinggi. Pupuk Organik Cair (POC) ini menggunakan bahan yang terjangkau seperti limbah cair tahu, molase/gula merah, dan EM4 dengan takaran 1 : 20 : 30 yakni  1 liter limbah tahu : 20 gram EM4 : 30 gram Molase. Waktu yang dibutuhkan untuk fermentasi selama 2-3 minggu. Pupuk Organik Cair (POC) bermanfaat sebagai pupuk nabati dan bertujuan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia.

 

“Pelatihan ini sangat menyenangkan dan paling saya tunggu-tunggu sebagai seorang petani, dengan bahan yang mudah ditemukan membuat saya ingin mencoba membuat dan mempraktekkannya sendiri di rumah” Ujar salah satu audience anggota kelompok tani.

Pembuatan katalog akan dimasukkan ke dalam website https://desadersansari.id/ oleh Najwa Azkiyya (Matematika UNDIP). Selain itu, Pupuk Organik Cair ini berkolaborasi dengan Laura Cantika (Hukum UNDIP) dalam SOP untuk perangkat desa dan Undang-Undang mengenai Pupuk Organik Cair (POC). Produk Pupuk Organik Cair juga diberi pelabelan yang dilakukan oleh Zhiva Cendhikia A.M.P. (informasi dan humas UNDIP) guna meningkatkan nilai jual produk ketika nantinya akan diperjual belikan. 

 

Pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Dersansari khususnya kelompok tani dalam mengolah kembali limbah cair tahu yang dapat berguna sebagai pengganti pupuk kimia dan dapat meningkatkan nilai jual dari limbah cair tahu itu sendiri.

Editor: Handayat