JATENGKU.COM, Klaten — Lima mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) berhasil melaksanakan Sosialisasi Pemberdayaan UMKM. Tim yang ditempatkan di Desa Tangkisanpos, Kecamatan Jogonalan tersebut menggagaskan semangat melek hukum dan modernisasi kepada para pelaku UMKM Desa Tangkisanpos.

Program ini digagaskan oleh Nabiel Daffa, Mahasiswa prodi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Verlyn Berliana Fajri, Mahasiswa Prodi Hukum, Fakultas Hukum, Afif Nashafa Al Qauma, Mahasiswa Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Hita Sasmayamurti, Mahasiswa Prodi Manajemen dan Administrasi Logistik, Sekolah Vokasi dan Alvin Riza Priatsya, Mahasiswa Prodi Manajemen dan Administrasi Logistik, Sekolah Vokasi.

Kegiatan ini dilakukan melalui pemaparan edukatif yang dilaksanakan di Balai Desa Tangkisanpos. Acara edukatif ini dihadiri oleh lebih dari 40 warga Desa Tangkisanpos, Kabupaten Klaten. Dari berbagai ilmu yang dimiliki oleh kelima mahasiswa tersebut, dibentuklah booklet yang di dalamnya berisikan kajian edukatif mengenai Pentinganya Perjanjian Jual Beli, Manajemen Keuangan, Jadwal Distribusi, Pemanfaatan Bahan Sisa Produksi, serta Branding UMKM.

Materi yang disampaikan oleh Mahasiswa Verlyn Berliana Fajri dari fakultas hukum, yaitu tentang pentingnya perjanjian jual beli yang dibalut dengan ilmu hukum yang telah dipelajari dibangku kampus. Selain itu pembuatan template perjanjian juga dilakukan, sehingga warga pelaku UMKM dapat langsung menggunakan template perjanjian tersebut.

Mahasiswa Nabiel Daffa dari prodi ekonomi islam menyampaikan mengenai pentingnya penggunaan buku keuangan terutama dalam pencatatan pemesanan dan perhitungan laba rugi dalam periode satu bulan. Dengan adanya buku keuangan ini pelaku usaha dapat mengetahui untung atau tidak usaha yang sedang dijalankan, sebagai pengingat pesanan dan pembayaran, serta mencegah resiko kerugian yang berlebih. Mahasiswa juga memberikan template buku keuangan untuk memudahkan pelaku usaha untuk mengaplikasikan buku keungan tersebut.

Pembuatan jadwal distribusi UMKM oleh mahasiswa Hita Sasmayamurti dari program studi Manajemen & Administrasi Logistik, dilakukan guna membantu UMKM menghindari keterlambatan bahan dan penumpukan stok. Jadwal distribusi bahan baku dari hasil pengamatan dan diskusi langsung dengan pelaku usaha dan disesuaikan dengan kondisi produksi sehari-hari ditunjukkan guna memberi edukasi pentingnya jadwal distribusi untuk pelaku UMKM.

Mahasiswa Afif Nashafa Al Qauma memberikan materi tentang pemanfaatan bahan hasil sisa produksi tidak sebatas menjadi barang yang hanya dapat diberikan secara cuma-cuma kepada peternak/pelaku usaha lain, tetapi dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih bernilai dengan pengolahan yang tepat dan sesuai dengan keinginan pasar Sehingga dapat menjadi produk sampingan dari produk utama dari UMKM tersebut. Cara pengolahan juga diberikan oleh mahasiswa melalui booklet yang dibagikan ketika sosialisasi.

Pentingnya Branding UMKM disampaikan mahasiswa Alvin Riza Priatsya dari Sekolah Vokasi. Dengan pembuatan logo untuk UMKM dapat meningkatkan daya tarik visual produk terutama pada kemasan dan media promosi, logo yang menarik dapat menumbuhkan kepercayaan konsumen, karena produk memiliki identitas yang jelas. Hal ini menjadi penting terutama dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin meningkat.

Antusiasme pelaku UMKM sangat positif berdasarkan dari respon yang diberikan warga dilihat dari dialog yang terjadi antara mahasiswa dengan pemilik usaha. Selain itu minat warga terhadap kegiatan sosialisasi ini tergolong ramai serta aktif ketika sesi tanya jawab, di luar hal tersebut, mahasiswa juga mendapatkan insight baru dan menarik yang dapat digunakan ketika di dunia kerja, atau ketika bermasyarakat nanti.

Dengan diadakannya kegiatan sosialisasi ini, harapannya pelaku usaha atau UMKM di Desa Tangkisanpos dapat lebih maksimal dalam memanfaatkan potensi usahanya, sehingga Desa Tangkisanpos, Kab. Kalten menjadi desa yang sektor perdangannya maju serta meningkatkan ekonomi warga desa.

Editor: Handayat

Tag