JATENGKU.COM, KENDAL – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) melaksanakan program pengabdian masyarakat melalui skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025. Program ini mengusung tema “Merajut Kekuatan Lokal Karangsari melalui Sinergi Seni Barongan dan UMKM untuk Mewujudkan Kelurahan Berdaya, Berkelanjutan, dan Mandiri melalui Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa.”

Upaya pelestarian budaya terus dilakukan melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik(KKN-T) yang berlangsung di Kelurahan Karangsari. Salah satu programnya adalah penguatan kesenian lokal dengan menghadirkan pengadaan kuda lumping untuk komunitas Barongan New Putro Budoyo. Program ini digagas oleh mahasiswa KKN yang dibawahi Kemdiktisaintek, dengan tujuan mendukung keberlanjutan kesenian tradisional agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Sebelumnya, komunitas Barongan New Putro Budoyo menghadapi kendala karena tidak memiliki kuda lumping milik sendiri. Setiap kali ingin tampil, mereka harus menyewa, sehingga ruang gerak untuk berlatih maupun mengisi acara sering terbatas. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN melakukan survei dan diskusi dengan pihak komunitas untuk memahami kebutuhan yang mendesak. Hasilnya, disepakati untuk melakukan pengadaan empat kuda lumping baru.

Menariknya, kuda lumping yang diberikan masih dalam keadaan polos. Hal ini bertujuan agar pihak barongan dapat menghias dan mengecat sendiri sesuai dengan karakter, identitas, dan ciri khas kelompok mereka. Dengan demikian, karya seni yang lahir bukan hanya sekadar alat pertunjukan, tetapi juga hasil kreativitas yang mencerminkan jati diri komunitas.

Proses pengadaan ini tidak berhenti pada pemberian fasilitas semata, melainkan juga membuka ruang bagi regenerasi. Harapannya, generasi muda Karangsari dapat ikut terlibat dalam kesenian barongan, baik sebagai penampil maupun pendukung, sehingga kesenian ini tidak kehilangan penerus. Selain itu, hadirnya kuda lumping baru diharapkan mampu meningkatkan rasa bangga masyarakat terhadap budaya lokal serta memunculkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan tradisional.

Penyerahan kuda lumping dilakukan pada 19 Agustus 2025, bertepatan dengan rangkaian acara Karangsari Expo 2025. Momen ini menjadi simbol nyata kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan komunitas seni dalam menguatkan kembali kesenian barongan. Acara penyerahan berlangsung di lingkungan Kelurahan Karangsari dengan penuh antusiasme dari para pelaku seni dan warga sekitar.

Program ini dilaksanakan dengan tim dosen pelaksana, yaitu Triyono, S.H., M.Kn., Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi. dari Universitas Diponegoro, Dr. Mastur, S.H., M.H. dari Universitas Wahid Hasyim, serta pendamping Hafiz Rama Devara, M.T. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan masyarakat untuk mewujudkan pemberdayaan yang berkelanjutan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN membuktikan bahwa penguatan budaya dapat berjalan beriringan dengan semangat pemberdayaan masyarakat. Kesenian barongan tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga identitas yang memperkuat solidaritas sosial, menumbuhkan kreativitas, serta menjaga kesinambungan warisan budaya daerah.

Tim pengabdian menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, yang telah mendanai kegiatan ini sesuai kontrak pelaksanaan kegiatan Nomor: 062/C3/DT.05.00/PM/2025 (kontrak induk) dan Nomor: 360-01/UN7.D2.1/PM/V/2025 (kontrak turunan). Dukungan tersebut menjadi fondasi penting dalam menggerakkan program pemberdayaan masyarakat di Karangsari, yang tidak hanya menjaga kesenian tradisi, tetapi juga merawat identitas dan kebersamaan warga.

Editor: Handayat