JATENGKU.COM, SRAGEN – Desa Getas, sebuah desa agraris yang terletak di lereng pegunungan Kendal, menjadi lokasi berlangsungnya kegiatan edukasi bertema “Pelayanan Prima Berbasis SERVQUAL” oleh mahasiswa Universitas Diponegoro.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 49 Kelompok 1, yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat desa baik dalam sektor pemerintahan maupun usaha mikro.
Program edukasi ini menyasar dua sasaran utama: perangkat Desa Getas dan pelaku UMKM kopi lokal. Kegiatan pertama dilaksanakan pada Kamis, 3 Juli 2025, di Balai Desa Getas, dengan melibatkan jajaran perangkat desa.
Mahasiswa memperkenalkan konsep pelayanan prima yang tidak hanya menekankan pada ketepatan dan kecepatan, tetapi juga pada sikap ramah, empatik, dan profesional.
Materi yang dibawakan mengacu pada model SERVQUAL—yakni lima dimensi kualitas pelayanan: reliability (keandalan), assurance (jaminan), tangibles (bukti fisik), empathy (empati), dan responsiveness (daya tanggap). Model tersebut sebagai ukuran untuk mengevaluasi pelayanan yang di berikan terhadap penerima layanan.
Diskusi berlangsung aktif, dengan pembahasan mengenai tantangan pelayanan publik di tingkat desa serta bagaimana perangkat dapat mulai memperbaiki pendekatan mereka terhadap masyarakat.
Mahasiswa hadir tidak sebagai pengajar, melainkan sebagai mitra dialog, menggunakan contoh-contoh riil dalam kehidupan pelayanan desa sehari-hari. Sejumlah peserta menyampaikan bahwa materi ini membuka wawasan baru mengenai pentingnya membangun komunikasi dan hubungan jangka panjang dengan warga.
Kegiatan edukasi berlanjut pada hari Senin,7 Juli 2025 di kediaman Mbah Parno, pelaku UMKM kopi yang telah menjalankan usaha roasting sejak tahun 2017.
Usahanya tidak hanya memproduksi kopi kemasan, tetapi juga membuka layanan penyangraian biji kopi untuk petani sekitar. Di tengah aroma biji kopi yang disangrai, mahasiswa menyampaikan materi pelayanan prima dengan konteks yang lebih aplikatif untuk usaha kecil.

Berbeda dengan pelayanan publik di kantor desa, pelayanan dalam UMKM bersifat personal dan sangat bergantung pada kepercayaan pelanggan. Karena itu, mahasiswa menekankan pentingnya menjaga janji waktu roasting, memberikan informasi yang jelas kepada pelanggan, serta menghadapi keluhan secara bijak dan solutif.
Mbah Parno mengatakan bahwa edukasi dari mahasiswa tidak hanya bermanfaat untuk usahanya sendiri, tetapi juga berguna bagi kelompok tani kopi Makerti Utomo yang ikut serta dalam kegiatan. “Materi dari mahasiswa ini memperluas pengetahuan bagi kami di kelompok tani, apalagi soal bagaimana memperlakukan pelanggan dan memperbaiki cara kerja,” lanjutnya.
Kegiatan ini meninggalkan kesan positif bagi para peserta. Perangkat desa mulai mempertimbangkan penyusunan SOP pelayanan yang lebih terstruktur, sedangkan UMKM kopi “Mbah Parno” berencana menyediakan kotak saran pelanggan melalui landing page dan review dari google maps sebagai bentuk umpan balik yang konstruktif. Semua perubahan kecil ini berangkat dari pemahaman sederhana: bahwa pelayanan bukan hanya kewajiban, melainkan wajah utama dari sebuah lembaga maupun usaha.
Melalui pendekatan yang komunikatif dan membumi, mahasiswa berharap edukasi ini dapat mendorong perubahan positif di Desa Getas. Program ini menjadi bukti bahwa pelayanan prima dapat ditanamkan dan diterapkan di mana saja—bukan hanya di kota besar, tetapi juga di balai desa, di warung kopi, hingga di dapur sangrai kopi yang menjadi denyut ekonomi lokal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Tim KKN-T 49 berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan desa yang inklusif, partisipatif, dan berdaya saing melalui peningkatan kualitas layanan di berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan perangkat Desa Getas mampu menerapkan standar pelayanan prima secara konsisten dan melakukan evaluasi berkala menggunakan pendekatan SERVQUAL, guna meningkatkan kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan desa.
Kegiatan ini juga menjadi refleksi bahwa pelayanan terutama pelayanan publik bukan hanya soal menjalankan tugas administratif, tetapi juga tentang menciptakan pengalaman positif dan membangun kepercayaan masyarakat kepada institusi pemerintahan desa.
Penulis: Via Angelina Firdaus, Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro
DPL: drh. Ikania Agusetyaningsih, M.Pt.
Preview: drh. Ikania Agusetyaningsih, M.Pt.
Lokasi: Dusun Genting, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal










