JATENGKU.COM, Semarang — Masih rendahnya ketersediaan fasilitas cuci tangan yang higienis dan mudah diakses di lingkungan masyarakat menjadi salah satu permasalahan sanitasi yang ditemukan di Kelurahan Ngemplak Simongan RW 04. Fasilitas cuci tangan yang tersedia umumnya masih menggunakan dispenser sabun manual yang berpotensi menimbulkan kontaminasi silang akibat penggunaan secara bergantian oleh banyak orang. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi fasilitas sanitasi yang lebih aman, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat guna mendukung perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Berdasarkan permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro menginisiasi program pembuatan dispenser sabun cuci tangan otomatis sebagai solusi sanitasi yang lebih higienis. Dispenser ini dirancang menggunakan sistem berbasis sensor sehingga dapat mengeluarkan sabun cair secara otomatis tanpa sentuhan langsung. Perancangan alat mempertimbangkan aspek kemudahan penggunaan, efisiensi energi, serta kemudahan perawatan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Selain itu, desain dan penempatan alat disesuaikan dengan kondisi lingkungan RW 04 agar mudah dijangkau oleh warga.
Pelaksanaan program diawali dengan kegiatan observasi lapangan dan identifikasi kebutuhan sanitasi di wilayah RW 04. Selanjutnya, mahasiswa melaksanakan proses perakitan, pengujian fungsi, serta pemasangan dispenser sabun otomatis di lokasi strategis yang telah disepakati bersama pengurus RW. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun sebagai langkah pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
Kegiatan sosialisasi dan skrining perilaku kebersihan tangan diikuti oleh warga RW 04, dengan temuan umum bahwa sebagian warga masih belum menerapkan kebiasaan mencuci tangan pada waktu-waktu penting, seperti sebelum makan dan setelah beraktivitas di luar rumah. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai tata cara mencuci tangan yang benar sesuai standar kesehatan, waktu-waktu penting mencuci tangan, serta penjelasan terkait penggunaan dan perawatan dispenser sabun otomatis.
Program ini mendapatkan respons positif dari warga dan pengurus RW. Warga menilai dispenser sabun otomatis lebih higienis dan praktis dibandingkan dispenser manual, sementara pengurus RW menyampaikan bahwa program ini membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi lingkungan. Pengurus RW juga berharap fasilitas yang telah dipasang dapat digunakan dan dirawat secara berkelanjutan oleh warga.
Melalui program pembuatan dispenser sabun cuci tangan otomatis ini, mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro Tim 8 Kelompok 2 berharap dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat Kelurahan Ngemplak Simongan RW 04. Ketersediaan fasilitas sanitasi yang lebih aman dan mudah digunakan diharapkan mampu mendorong penerapan PHBS secara konsisten serta mendukung upaya pencegahan penyakit di lingkungan masyarakat.







