JATENGKU.COM, SEMARANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (UNDIP), Muhammad Azril Anas menghadirkan kegiatan pelatihan dengan tema “Ikan Lele Bernilai Tinggi: Dari Kolam ke Produk Olahan Siap Jual” yang menyasar ibu-ibu PKK Dusun Sironjang, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan nilai tambah hasil budidaya ikan lele, khususnya dengan mengajarkan cara membuat nugget ikan lele sebagai produk olahan siap konsumsi dan bernilai ekonomi lebih tinggi.
Kegiatan Pelatihan pembuatan nugget ikan lele ini dilaksanakan di salah satu rumah Ibu PKK RT. 02 dan dihadiri sekitar 40 peserta Ibu-Ibu PKK dari RT. 02/RW. 01 Dusun Sironjang. Kegiatan ini menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat mahasiswa KKN Undip untuk mendukung kemandirian ekonomi warga berbasis potensi lokal.
Hasil survei mahasiswa menunjukkan mayoritas warga Dusun Sironjang hanya menjual ikan lele segar ke pasar tradisional dengan harga yang tidak stabil dan keuntungan yang sedikit.
Melalui inovasi sederhana berupa nugget ikan lele, warga didorong untuk mengolah lele menjadi produk pangan siap konsumsi yang lebih awet, praktis, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Nugget ikan lele diharapkan menjadi alternatif produk olahan yang disukai anak-anak hingga dewasa. Selain bergizi tinggi, nugget ikan lele juga dapat diproduksi dengan bahan baku lokal dan proses pembuatan yang sederhana.
Dalam sesi pelatihan, mahasiswa memandu warga mulai dari persiapan bahan, pengolahan adonan, proses pengemasan, hingga tips penyimpanan beku. Resep dasar menggunakan daging ikan lele segar, tepung panir, tepung tapioka, bumbu dapur seperti bawang putih dan bombay, garam, gula, serta adonan pelapis berupa campuran tepung terigu, susu bubuk, putih telur, lada, dan breadcrumb. Proses pembuatannya cukup sederhana.
Daging ikan lele dihaluskan kemudian dicampur dengan bumbu dan dikukus hingga matang. Setelah itu, adonan dipotong berbentuk kotak, dicelupkan ke dalam adonan buttermix, lalu dilapisi dengan tepung roti. Selanjutnya, nugget digoreng hingga berwarna keemasan dan siap disajikan atau disimpan dalam keadaan beku. Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari warga dan pemerintah desa. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahap praktik, mulai dari menyiapkan bahan, mencetak adonan, hingga menggoreng nugget bersama.
Salah satu peserta bahkan mengungkapkan kegembiraannya dengan mengatakan bahwa anak-anaknya menyukai nugget tersebut karena rasanya enak, dan jika dijual dapat menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga. Selain memberikan pelatihan, mahasiswa KKN juga membagikan poster resep praktis beserta simulasi perhitungan biaya produksi rumahan agar warga lebih siap memulai usaha kecil berbasis olahan ikan lele. Diharapkan, produk nugget ini dapat membuka peluang usaha mikro baru dan mengurangi ketergantungan warga pada penjualan ikan lele segar semata.

Program pelatihan ini merupakan bagian integral dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro. Kegiatan ini secara langsung diimplementasikan di lapangan oleh Muhammad Azril Anas sebagai mahasiswa Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan di bawah bimbingan dan pengawasan akademik dari Prof. Ir. Bambang S., M.Agr.Sc., Ph.D., IPU. Pelatihan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar teknik pengolahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran produk nugget ikan lele.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip berharap dapat menumbuhkan keterampilan pengolahan hasil panen ikan lele menjadi produk bernilai jual lebih tinggi, sekaligus membuka peluang usaha rumahan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mengurangi ketergantungan warga pada penjualan ikan segar saja.









