Mengusung tema “Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Penanggulangan Bencana”, program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan selama empat pekan oleh Kelompok 155 KKN Tematik Tahun 2025 Universitas Diponegoro (Undip). Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas warga dalam menghadapi risiko bencana melalui pelatihan dan penyuluhan yang diselenggarakan di beberapa Rukun Tetangga (RT) serta satu sekolah dasar di wilayah Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Tim pelaksana yang terdiri atas mahasiswa dari berbagai fakultas Undip melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Dr. Dian Agus Widiarso, S.T., M.T., dan Bagaskara Wahyu Purnomo Putra, S.T., M.Eng., serta dikoordinasikan oleh Antya Kumara Nugraha dari Fakultas Teknik. Semangat kolaborasi lintas disiplin ilmu menjadi landasan dalam mendorong keterlibatan aktif masyarakat guna meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di lingkungan tempat tinggal.
Sebanyak 48 mahasiswa lintas program studi yang tergabung dalam Tim KKN Tematik 155 telah menjalankan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat dengan fokus tema penanggulangan bencana. Kegiatan tersebut dirancang sesuai dengan latar belakang keilmuan masing-masing mahasiswa dan mencakup dua tema utama, yaitu: (1) sosialisasi dan pelatihan terkait mitigasi bencana, serta (2) simulasi dan pembuatan jalur evakuasi dalam situasi darurat. Seluruh aktivitas difokuskan di dua lingkungan warga, yakni RW 4 Krajan dan RW 5 Kaligawe, sebagai lokasi utama pelaksanaan program.
Program Kerja Multidisiplin 1 dan 2 telah sukses dilaksanakan dengan sasaran berbagai kelompok usia dan latar belakang masyarakat. Kegiatan ini melibatkan tim pelaksana dari lintas program studi, di mana setiap sesi sosialisasi diisi oleh 2 hingga 3 pemateri yang menyampaikan materi sesuai dengan keahlian dari masing-masing program studi. Sosialisasi ini dilakukan secara menyeluruh di berbagai lokasi strategis, meliputi perkumpulan RT baik di kawasan Krajan maupun Kaligawe, kelompok PKK ibu-ibu RT, serta bimbingan belajar informal yang berlokasi di Kaligawe. Kegiatan ini juga menjangkau lembaga pendidikan formal, yaitu SDN 04 Susukan, serta kelompok kepemudaan Karang Taruna RW 5 Kaligawe. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitar mereka.

Sosialisasi Mitigasi Bencana Melalui Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK (Foto:dok/KKN)
Sebagai salah satu bentuk nyata pelaksanaan Program Kerja Multidisiplin 1 “Sosialisasi dan Pelatihan Mitigasi Bencana”, dilakukan sosialisasi evakuasi ternak oleh Rio Firmansyah, mahasiswa Program Studi Peternakan. Kegiatan ini berlangsung di Krajan RT 04, RW 02, Kelurahan Susukan, dengan melibatkan para peternak setempat. Materi yang disampaikan mencakup tiga tahapan utama mitigasi bencana di sektor peternakan yaitu perencanaan pra-bencana, implementasi evakuasi saat bencana, dan pemulihan pasca-bencana. Sosialisasi dilakukan melalui presentasi PowerPoint agar mudah dipahami. Selain itu, kegiatan dilengkapi dengan kunjungan ke kandang ternak warga serta pembagian booklet panduan evakuasi yang berisi informasi praktis. Booklet ini diharapkan menjadi pegangan peternak dalam menghadapi situasi darurat secara cepat dan tepat.

Produk Sosialisasi Mitigasi Bencana di Sektor Peternakan (Foto:dok/KKN)
Keterlibatan generasi muda khususnya pelajar juga menjadi bekal penting dalam menanamkan kesadaran tanggap darurat bencana bagi masyarakat Kelurahan Susukan. Para siswa SD juga menjadi sasaran sosialisasi yang dilaksanakan dalam program multidisiplin 1. Sosialisasi tanggap darurat bencana telah dilaksanakan pada Hari Sabtu, tanggal 19 Juli 2025 di SDN Susukan 04. Sosialisasi ini diberikan kepada siswa kelas 4,5, dan 6 SDN Susukan 04 dengan fokus bahasan meliputi bencana banjir, gunung meletus, gempa bumi, dan tanah longsor. Sosialisasi mitigasi kebencanaan ini dikemas dalam bentuk dialog interaktif yang disertai simulasi gunung meletus melalui maket 3 dimensi, serta permainan yang mengedukasi dan menyenangkan. Harapannya melalui pendekatan yang menyenangkan, para siswa dapat sadar akan pentingnya memahami langkah mitigasi bencana, sehingga dapat menjadi garda terdepan tanggap darurat ketika kapanpun bencana terjadi.
Sosialisasi Mitigasi Bencana Kepada Siswa Sekolah Dasar (Foto:dok/KKN)
Dengan pendampingan dan pembekalan awal terkait kesadaran bencana, diharapkan dapat bermanfaat baik bagi pemangku jabatan dalam menentukan kebijakan terkait kebencanaan yang ada di Kelurahan Susukan, maupun bagi masyarakat umum untuk siap menghadapi seluruh potensi kebencanaan yang ada di Kelurahan Susukan. Masyarakat yang sadar akan tingkat kerawanan bencana di daerahnya, serta pemerintah yang menaruh kepedulian terkait kesiapsiagaan bencana, tentu akan siap untuk kondisi apa pun, terlebih kondisi kebencanaan yang tak menentu ke depannya. Melalui pemberdayaan masyarakat dalam mitigasi kebencanaan, kini Kelurahan Susukan selangkah lebih siap untuk berbagai hal yang dapat terjadi ke depannya. Antya selaku ketua tim KKN 155 berharap semoga pada kegiatan KKN tahun ini semoga ilmu yang telah diterapkan oleh masing-masing mahasiswa dapat dirasakan oleh masyarakat dan menjadikan masyarakat lebih tanggap serta waspada terhadap bencana. “Selain itu saya ucapkan terimakasih kepada warga Kelurahan Susukan atas kerja sama dan antusiasnya selama keberjalanan KKN” imbuhnya.
Penulis: Alief Azhar Abdillah, Salsabila Qurratul’ain Sitepu, Leonyta Citra Wijaya, Andrea Sava Pramita Dyananda, Mailiatul Aulia, Intan Ayu Nuraini










