JATENGKU.COM, REMBANG – Edupark Situs Perahu Kuno di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, kini mengalami optimalisasi untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan bahari. Program ini bertujuan menghadirkan pengalaman rekreasi dan edukasi yang lebih bernilai bagi pengunjung. Kegiatan ini terlaksana dengan baik berkat kerja sama dan dedikasi Tim Pelaksana, yaitu Dr. Fuad Muhammad, S.Si., M.Si. dan Triyono, S.H., M.Kn. dari Universitas Diponegoro, serta Rangga Fajar Abdillah, S.T., M.Ling. dari Universitas Ivet.

Optimalisasi Edupark merupakan bagian dari Program Desa Binaan (PDB) Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Ivet (Unisvet), yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, melalui kontrak nomor 062/C3/DT.05.00/PM/2025 (kontrak induk) dan nomor 360-15/UN7.D2.1/PM/V/2025 (kontrak turunan).

Lampu penerangan malam hari yang membuat area edupark menjadi asyik dinikmati.

Optimalisasi dilakukan dalam beberapa tahap utama. Tahap pertama, perbaikan fisik meliputi pengecatan ulang museum yang catnya mengelupas, penataan taman dengan bunga hias seperti bugenville, krokot, asoka, dan pucuk merah, perbaikan kanopi, serta penguatan pencahayaan melalui lampu gantung di jalan masuk dan lampu sorot pada papan informasi. Perbaikan ini meningkatkan kenyamanan, estetika, dan memungkinkan pengunjung menikmati situs hingga malam hari.

Tahap kedua menitikberatkan pada pengembangan atraksi wisata dan sarana edukasi. Wahana baru, seperti perahu kano dan perahu kuno, menghadirkan pengalaman interaktif yang menambah nuansa maritim. Selain itu, taman kelinci dan aviary burung hadir sebagai media pembelajaran, khususnya bagi anak-anak. Satwa baru yang tersedia antara lain Burung Dara Kipas dan Benggolo di aviary, serta empat ekor kelinci di taman. Edupark kini juga memiliki rute kereta kencana baru yang menghubungkan Pantai Punjulharjo ke situs, menambah kenyamanan dan pengalaman wisata bagi keluarga.

Seluruh proses perencanaan hingga pelaksanaan dilakukan dengan koordinasi penuh bersama masyarakat Desa Punjulharjo. Hasilnya, lingkungan situs kini lebih tertata, aman, dan nyaman. Peningkatan sarana dan prasarana ini memperkuat daya tarik visual museum sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya.

Antusiasme pengunjung, khususnya anak-anak, terlihat jelas saat bermain di taman kelinci, mengamati burung di aviary, dan menikmati wahana perahu kuno maupun kereta kencana. Kepala Umum dan Perencanaan Desa Punjulharjo, Ali Mustofa, menyatakan optimalisasi ini diharapkan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan untuk berkunjung bersama keluarga, sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi dan interaksi sosial di sekitar Edupark. Penambahan atraksi wisata dan wahana edukatif ini memperkuat posisi Edupark Situs Perahu Kuno Punjulharjo sebagai destinasi wisata sejarah dan bahari yang interaktif dan inovatif.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, yang telah mendanai kegiatan Program Desa Binaan di Kabupaten Rembang sesuai kontrak pelaksanaan kegiatan nomor 062/C3/DT.05.00/PM/2025 (kontrak induk) dan nomor 360-15/UN7.D2.1/PM/V/2025 (kontrak turunan).

Editor: Handayat