JATENGKU.COM, SEMARANG — Pasca diterjunkan di Kelurahan Pudakpayung, sejumlah 12 mahasiswa yang tergabung dalam kel 1 Tim 110 KKNT UNDIP terus merealisasikan sejumlah program kerja yang diawal telah disepakati. Salah satu dari program kerja tersebut adalah visitasi secara pintu ke pintu (door to door) yang ditujukan untuk menjalankan pendekatan kepada keluarga dengan balita stunting. Visitasi ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan mereka berkenaan dengan stunting. Visitasi ini rutin dilaksanakan satu minggu sekali dan bermula dari hari Sabtu (20/07/2025).
Tim 110 mengusung topik bertajuk “ Peningkatan Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat dalam Program Penurunan Stunting di Komunitas ”. Atas dasar itu, maka dilangsungkanlah beberapa program kerja yang memiliki korelasi erat dengan upaya intervensi stunting. Menurut data yang diperoleh dari puskesmas, Kelurahan Pudakpayung sendiri, teridentifikasi 8 balita stunting .
Penanggung jawab program visitasi, Rina Putri, menyampaikan bahwa visitasi door to door dilakukan untuk mengkaji lebih lanjut terkait problematika yang dialami oleh keluarga yang balitanya terdampak stunting. “ Munculnya stunting hingga hari ini ditengarai oleh berbagai faktor, tidak melulu diakibatkan oleh faktor ekonomi, kesalahan dalam pola asuh juga dapat menjadi penyebab terjadinya stunting. Visitasi door to door perlu dilaksanakan secara lebih lanjut untuk mendapatkan kepastian terkait penyebab stunting dan bagaimana cara untuk mengintervensinya.

Visitasi ini dilakukan dengan cara mengunjungi rumah rumah dari keluarga dengan balita terdampak stunting. Terdapat enam alamat yang tiap sabtu dikunjungi dalam rangka melakukan kegiatan visitasi. Visitasi pertama 19 Juli, diisi dengan melakukan antropometri, pengenalan web untuk monitoring ,mewawancarai terkait PMT serta pemberian asesmen untuk mengetahui tingkat pengetahuan.
Visitasi kedua tanggal 26 Juli dilakukan dengan pengecekan hasil pengisian website monitoring SIGAP yang berisikan food diary. Hal ini bertujuan untuk melihat variasi menu makanan yang dikonsumsi oleh balita stunting. Apabila dalam hasil monitoring ditemukan makanan yang kurang sesuai baik secara variasi dan ditemukan makanan yang kurang baik dalam mengawal tu,buh kembang balita stunting, maka dapat dilakukan edukasi lanjutan berkaitan dengan gizi seimbang dan isi piringku.
Selain itu, edukasi dilanjutkan dengan pemberian materi yang berkaitanm dengan pentingnya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang berkontribusi dalam pencegahan infeksi pada balita. Tidak berhenti disitu, Tim KKNT 110 UNDIP juga melaksanakan pengecekan Hb untuk mengetahui apakah balita tersebut ditemukan adanya anemia yang berpeluang memperparah kondisi balita stunting.
Pada penghujung visitasi, tepat tanggal 2 Agustus, dilaksanakan visitasi ketiga untuk memberikan motivasi kepada orang tua pengasuh serta dilakukan pula penyaluran produk dari hasil sponsorship berupa sun, biskuit dan tempat makan.
Salah satu dari ibu balita, Ibu Selvi, menyampaikan bahwa beliau cukup bersyukur dengan kedatangan mahasiswa dari Kelompok 1 Tim 110. “ Saya merasa senang atas kedatangan adek adek, merasa terbantu dan diperhatikan utamanya dalam mengurus si balita. Semoga nanti lekas kelihatan manfaat dari kegiatan yang adek adek lakukan., aamin”.
Visitasi ini dilakukan secara berkala terhitung dari 19 Juli hingga 2 Agustus. Meskipun manfaatnya belum dapat dilihat secara signifikan, Tim KKN T 110 UNDIP berharap, seluruh informasi dan edukasi yang dilakukan dapat membawa dampak yang cukup nyata dalam meningkatkan taraf kesehatan dan kualitas gizi bagi anak anak di Kelurahan Pudakpayung.











