JATENGKU.COM, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program kerja edukasi bertema bangunan yang aman dan perawatan bangunan sekolah kepada siswa Sekolah Dasar di Desa Sono, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen.
Kegiatan ini dipandu oleh Rahma Wati, mahasiswa KKN UNDIP dari Fakultas Sekolah Vokasi, Program Studi Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur. Penyuluhan dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya keamanan bangunan sekolah, sekaligus mengenalkan cara sederhana merawat bangunan sejak dini.
Program penyuluhan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada 29 dan 30 Januari, dengan lokasi pelaksanaan di SD Negeri Sono 1 dan SD Negeri Sono 2.
Dalam penyuluhan tersebut, Rahma menyampaikan materi mengenai ciri-ciri bangunan yang aman, tanda-tanda awal kerusakan struktur seperti retakan dinding, plafon yang mulai turun, hingga lantai yang tidak rata. Anak-anak juga diajak memahami bahwa kerusakan bangunan bukan hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan dan keselamatan.

“Bangunan sekolah yang aman membuat kegiatan belajar lebih nyaman, dan anak-anak juga bisa lebih waspada jika menemukan tanda-tanda kerusakan,” ujar Rahma dalam sesi edukasi.
Selain memberikan materi penyuluhan, Rahma juga membagikan poster edukasi bertuliskan “Waspada Kerusakan Struktur yang Dapat Berdampak ke Kesehatan”. Poster tersebut diserahkan untuk ditempel di SD Negeri Sono 1 dan SD Negeri Sono 2, sebagai pengingat visual agar siswa tetap peduli dan aware terhadap kondisi bangunan di sekitar mereka.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa. Mereka aktif bertanya, serta turut menyebutkan contoh kerusakan bangunan yang pernah mereka lihat di lingkungan sekolah.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap kesadaran tentang pentingnya keamanan bangunan dapat ditanamkan sejak usia sekolah dasar. Dengan demikian, siswa dapat menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekolah yang aman dan sehat, serta dapat melaporkan kepada guru jika menemukan tanda kerusakan.









