JATENGKU.COM, WonogiriMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan penyuluhan sosial kemasyarakatan terkait pentingnya pencatatan stok sederhana bagi pemilik warung kelontong di Desa Kerjo Lor, Kecamatan Wonogiri. Kegiatan ini dilakukan melalui kunjungan langsung ke warung kelontong yang tersebar di sejumlah dusun di wilayah desa tersebut.

Penyuluhan dilaksanakan oleh Malvin Fawwaz, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dari Jurusan Manajemen dan Administrasi Logistik dengan mengunjungi beberapa dusun, yaitu Dusun Cengklok, Sentul, Tempel, Dokeso, Jatimerto, Sidokriyo, dan Karang Kidul. Setiap dusun menjadi sasaran sosialisasi dengan pendekatan dialog kemasyaratan, menyesuaikan dengan aktivitas harian pemilik warung.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan sosial kemasyarakatan mahasiswa KKN dari jurusan Manajemen dan Administrasi Logistik, yang bertujuan mengenalkan konsep dasar pengelolaan persediaan barang secara sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat desa, khususnya pelaku usaha warung kelontong.

Berdasarkan hasil observasi lapangan, diketahui bahwa sebagian besar pemilik warung kelontong di Desa Kerjo Lor belum melakukan pencatatan stok barang masuk dan keluar secara aktif. Dalam operasional sehari-hari, pengelolaan usaha masih mengandalkan ingatan, baik dalam menentukan jumlah belanja, mengelola persediaan, maupun memperkirakan keuntungan harian. Hanya satu hingga dua warung yang telah melakukan pencatatan pengeluaran belanja, namun belum mencatat stok, tidak melakukan pengecekan stok berkala (stock opname), serta belum mencatat omzet harian secara rutin.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN melakukan penyuluhan dengan fokus pada pengenalan pencatatan stok dan omzet harian secara sederhana, tanpa menggunakan istilah teknis yang rumit. Edukasi disampaikan secara singkat melalui obrolan santai, kemudian dilanjutkan dengan pembagian booklet panduan pencatatan stok sederhana serta template pencatatan stok dan omzet harian yang telah disusun agar mudah dipraktikkan oleh pemilik warung.

Salah satu pemilik warung di dusun Sidokriyo yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku baru memahami pentingnya pencatatan stok setelah mendapatkan penjelasan langsung.

“Selama ini ya pakai ingatan saja. Baru kepikiran ternyata bisa dicatat sederhana begini, nggak ribet,” ujarnya.

Pemilik warung lainnya juga menyampaikan respons serupa.

“Biasanya belanja ya kira-kira saja. Kalau ada catatan kayak gini, mungkin jadi lebih enak ngaturnya,” kata seorang pemilik warung di Dusun Karang Kidul.

Menurut pelaksana kegiatan, penyuluhan ini tidak ditujukan untuk mengubah kebiasaan pemilik warung secara instan, melainkan sebagai langkah awal penyadaran mengenai pentingnya pencatatan sederhana dalam pengelolaan usaha kecil.

“Melalui kegiatan ini, saya mencoba menyampaikan ilmu yang saya pelajari selama perkuliahan di bidang manajemen dan administrasi logistik agar dapat diterapkan secara sederhana oleh pemilik warung kelontong, sesuai dengan kondisi dan kebiasaan masyarakat desa,” ungkap mahasiswa KKN tersebut.

Kegiatan penyuluhan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNDIP dalam menjembatani ilmu akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat desa. Diharapkan, pencatatan stok dan omzet harian secara sederhana dapat mulai dipertimbangkan oleh pemilik warung sebagai upaya menata usaha mereka agar lebih tertib dan berkelanjutan.

Editor: Handayat

Tag