JATENGKU.COM, BANDUNG – Persoalan sampah rumah tangga bukan hanya tentang bagaimana membuangnya, melainkan bagaimana mengelolanya secara efisien agar bernilai guna. Menjawab tantangan tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fachri Afrizal TIM 1 Kelompok 73 berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Bandung menggelar sosialisasi dan pendampingan teknis mengenai Warehouse Layouting (Tata Letak Gudang) pada unit Bank Sampah desa setempat, 24/01/2026.
Program ini merupakan wujud nyata pemberdayaan masyarakat yang bertujuan mengubah paradigma pengelolaan sampah dari sekadar “kumpul-angkut-buang” menjadi sistem pemilahan yang terstruktur dan bernilai ekonomis.
Transformasi Gudang: Kunci Efisiensi
Selama ini, kendala utama yang sering dihadapi oleh pengelola bank sampah di tingkat desa adalah manajemen ruang. Tumpukan sampah yang masuk seringkali tercampur karena tidak adanya alur (flow) yang jelas, sehingga proses penyortiran memakan waktu lama dan tenaga ekstra.
Dalam sosialisasi ini, mahasiswa KKN memperkenalkan konsep zonasi gudang yang ergonomis. Fokus utamanya adalah pemisahan area yang tegas antara sampah organik dan non-organik (anorganik) dan sampah minyak sisa sejak dari pintu masuk (inbound).
“Seringkali masyarakat sudah memilah dari rumah, namun ketika sampai di gudang bank sampah, semuanya tercampur kembali karena tata letak yang semrawut. Melalui layouting yang tepat, kita meminimalisir double handling atau kerja dua kali,” ujar Fachri Afrizal, Koordinator Mahasiswa KKN.








