JATENGKU.COM, Demak – Upaya peningkatan kesadaran kesehatan sejak usia dini terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif di lingkungan sekolah. Salah satunya melalui kegiatan edukasi kesehatan bertema “Gatal-gatal Pasca Banjir dan Demonstrasi Cuci Tangan” yang dilaksanakan di SD Negeri 2 Mranggen, Kabupaten Demak, pada Jumat, 17 Januari 2026. Kegiatan ini menyasar peserta didik kelas 3C Sekolah Dasar sebagai bagian dari upaya menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini, khususnya dalam menghadapi risiko penyakit kulit yang sering muncul setelah bencana banjir.
Banjir yang kerap melanda wilayah Kabupaten Demak tidak hanya menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya penyakit kulit berupa gatal-gatal. Kondisi air yang tercemar, lingkungan yang lembap, serta kebersihan diri yang kurang terjaga menjadi faktor utama penyebab munculnya keluhan tersebut, terutama pada anak-anak yang memiliki aktivitas tinggi dan daya tahan tubuh yang masih berkembang.
Melalui kegiatan edukasi kesehatan ini, siswa diberikan pemahaman mengenai apa itu gatal-gatal pasca banjir, faktor penyebabnya, serta dampak yang dapat ditimbulkan apabila tidak segera dicegah dan ditangani dengan baik. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar, serta didukung dengan media visual yang menarik untuk meningkatkan minat dan perhatian siswa selama kegiatan berlangsung.
Selain penyampaian materi secara teoritis, kegiatan ini juga dilengkapi dengan demonstrasi dan praktik langsung cuci tangan pakai sabun menggunakan air mengalir. Praktik ini bertujuan untuk memberikan keterampilan nyata kepada siswa mengenai langkah-langkah cuci tangan yang benar, mulai dari membasahi tangan, menggosok seluruh permukaan tangan dengan sabun, hingga membilas dan mengeringkan tangan dengan bersih.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif mengikuti arahan, mengajukan pertanyaan, serta berlomba-lomba mempraktikkan cara cuci tangan yang benar. Hal ini menunjukkan tingginya minat siswa terhadap materi yang disampaikan sekaligus menjadi indikator awal peningkatan pemahaman mereka mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan sebagai upaya pencegahan penyakit.
Pihak sekolah, khususnya guru kelas 3C SD Negeri 2 Mranggen, turut mendampingi dan memberikan dukungan penuh selama pelaksanaan kegiatan. Guru berharap kegiatan edukasi kesehatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, karena dinilai sangat bermanfaat dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat pada siswa sejak dini, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Berdasarkan hasil kegiatan, siswa menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan diri, terutama kebersihan tangan, dalam mencegah gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya pasca banjir. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan siswa mampu menerapkan kebiasaan cuci tangan yang benar secara konsisten, sehingga dapat meminimalkan risiko penyakit serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat.
Kegiatan edukasi kesehatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai sarana pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat bagi generasi muda.








