JATENGKU.COM, BATANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 50 Universitas Diponegoro Tahun 2025 yang tergabung dalam kelompok di Dusun Rembul, Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, menyelenggarakan kegiatan inovatif untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam bidang pertanian.

Berasal dari berbagai jurusan dengan latar belakang ilmu yang berbeda, para mahasiswa bersinergi dalam merancang program kerja berbasis teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

Menyadari bahwa masyarakat Dusun Rembul masih melakukan penyiraman tanamana secara manual, maka salah satu fokus kegiatan KKN ditujukan untuk memperkenalkan sistem penyiraman otomatis berbasi Internet of Things (IoT) yang dapat membantu menghemat waktu, tenaga, dan air dalam perawatan tanaman.

Kegiatan ini berlangsung selama masa KKN dari tanggal 1 hingga 30 Juli 2025, dengan implementasi dan sosialisasi utama dilaksanakan pada minggu ketiga. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan alat penyiraman otomatis yang dirancang menggunakan ESP32, sensor kelembaban tanah, relay, dan pompa air kecil.

Alat ini bekerja dengan cara mendeteksi kelembaban tanah, kemudian secara otomatis menyalakan pompa saat tanah kering dan mematikannya kembali ketika tanah sudah cukup lembab.

Presentasi dilakukan secara langsung kepada warga dam juga dilakukannya demontrasi alat agar warga dapat memahami cara penggunaan dan perawatan alat secara mandiri.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan solusi praktis bagi masyarakat dalam mengelola lahan pertanian rumah tangga agar lebih efisien, serta mengenalkan penerapan teknologi sederhana yang mudah diaplikasikan di pedesaan.

Dengan pemahaman ini, warga diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian tanpa harus bergantung sepenuhnya pada metode tradisional.

Respon masyarakat terhadap kegiatan ini sangat positif. Banyak warga menyampaikan bahwa alat ini sangat membantu karena sebelumnya penyiraman harus dilakukan secara rutin dengan tenaga manual, sedangkan dengan sistem otomatis, pekerjaan menjadi lebih ringan dan efisien.

Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi dan implementasi penyiraman otomatis berbasis IoT oleh mahasiswa KKN Tim 50 Universitas Diponegoro di Dusun Rembul berjalan lancar dan membawa dampak positif.

Program ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal bagi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi tepat guna dalam bidang pertanian, sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memndukung terwujudnya pertanian berkelanjutan di tingkat pedesaan.

Editor: Handayat