JATENGKU.COM, Batang  — Permasalahan limbah organik rumah tangga masih menjadi isu lingkungan yang signifikan di berbagai wilayah. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbunan sampah di Indonesia mencapai sekitar 64 juta ton per tahun, dengan komposisi terbesar berasal dari sampah organik. Sebagian besar limbah organik tersebut dihasilkan dari aktivitas rumah tangga dan umumnya belum dikelola secara optimal, sehingga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan seperti bau tidak sedap, pencemaran, serta menjadi media berkembangnya vektor penyakit.

Menanggapi kondisi tersebut, Michelle Adella Kasenda, seorang mahasiswi program studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja bertajuk Implementasi Metode Kompos Takakura melalui Pengenalan dan Workshop untuk Peningkatan Efisiensi Pengolahan Limbah Organik Rumah Tangga pada Rabu (28/01/26). Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus solusi praktis bagi masyarakat desa dalam mengolah sampah dapur menjadi kompos yang bernilai guna.

Kegiatan dilaksanakan melalui pengadaan workshop bersama warga desa yang mencakup pemaparan materi, diskusi interaktif, serta demonstrasi pembuatan kompos menggunakan metode Takakura. Metode ini dipilih karena dinilai relatif mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga, tidak membutuhkan lahan luas, serta ramah lingkungan.

Metode Takakura sendiri merupakan teknik pengomposan yang diperkenalkan oleh Koji Takakura, seorang peneliti asal Jepang, yang menekankan proses fermentasi limbah organik secara sederhana dan minim bau. Bagi sebagian besar warga, metode ini tergolong baru dan belum banyak dikenal sebelumnya. Oleh karena itu, kegiatan workshop menjadi sarana penting untuk memperkenalkan inovasi pengolahan limbah yang praktis dan berkelanjutan.

Antusiasme warga terlihat dari respon positif selama kegiatan berlangsung, baik melalui partisipasi dalam diskusi maupun ketertarikan terhadap metode yang diperkenalkan. Hal ini menunjukkan bahwa program dapat dikatakan berhasil sebagai bentuk inovasi praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Metode Kompos Takakura sebagai Solusi Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga

Tata cara pembuatan kompos Takakura disusun secara sistematis dan lengkap dengan visualisasi dalam bentuk leaflet modul. Modul tersebut dibagikan kepada seluruh peserta dan juga disediakan di balai desa agar dapat diakses oleh warga lain. Dengan adanya panduan tertulis ini, masyarakat diharapkan tetap dapat menerapkan metode kompos Takakura secara berkelanjutan sebagai solusi pengelolaan limbah organik rumah tangga yang efisien dan ramah lingkungan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip berharap dapat mendorong peningkatan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat terhadap pengelolaan sampah, khususnya sampah dapur, sehingga tercipta lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Editor: Handayat

Tag