JATENGKU.COM, Batang – Keterbatasan penerangan di beberapa titik jalan desa dapat memengaruhi aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat pada malam hari. Dengan rincian permasalahan tersebut juga telah dialami dari berbagai lokasi termasuk Desa Posong, Kabupaten Batang khususnya pada Dusun Gunungsari.
Keterbatasan penerangan ini juga dipengaruhi oleh jalur pelistrikan yang belum terealisasi secara menyeluruh. Berangkat dari permasalahan tersebut, Pemanfaatan energi surya melalui lampu berbasis solar panel diperkenalkan dalam KKN-Reguler UNDIP di Desa Posong dan juga menjadi salah satu solusi teknologi tepat guna yang hemat energi dan mudah diterapkan di wilayah pedesaan.
Pada Senin, 26 Januari 2026, Kemal Yazid Prakosa selaku Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik UNDIP melaksanakan program instalasi lampu solar panel untuk penerangan jalan di Desa Posong. Program ini diajukan dalam rangka menjadi acuan bagi Masyarakat Desa hingga Pemerintah Desa Posong betapa pentingnya penerangan bagi keamanan dan kenyamanan desa.

Program ini dilaksanakan dalam beberapa kegiatan meliputi penentuan titik pemasangan, perakitan unit lampu dan panel surya, serta pemasangan tiang. Instalasi dilakukan dengan mempertimbangkan sudut paparan matahari dan keamanan konstruksi. Sistem yang diangkat dari panel surya ini memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi utama yang disimpan dalam baterai untuk digunakan saat malam hari.
Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh fasilitas penerangan tambahan yang mandiri energi dan ramah lingkungan. Program ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pemanfaatan energi terbarukan di tingkat desa serta mendorong penerapan teknologi sederhana yang berdampak langsung pada kebutuhan publik.
Penggunaan panel surya sebagai sumber energi untuk pemasangan lampu jalan semakin banyak diterapkan di berbagai wilayah karena dinilai efisien dan berkelanjutan. Teknologi ini memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi utama yang dikonversi menjadi listrik melalui modul fotovoltaik, kemudian disimpan dalam baterai untuk digunakan pada malam hari. Sistem ini menjadi solusi yang relevan terutama di wilayah desa yang masih memiliki keterbatasan jaringan listrik atau menghadapi biaya operasional penerangan yang cukup tinggi.
Keunggulan utama lampu jalan berbasis panel surya terletak pada kemandirian energinya. Sistem tidak bergantung pada pasokan listrik dari jaringan utama sehingga tetap dapat beroperasi meskipun terjadi gangguan listrik. Selain itu, biaya operasional jangka panjang relatif lebih rendah karena tidak memerlukan konsumsi listrik berbayar. Proses pemasangannya juga lebih fleksibel karena tidak membutuhkan penarikan kabel jaringan yang panjang, sehingga cocok diterapkan di area jalan desa, akses pertanian, maupun jalur lingkungan yang sulit dijangkau instalasi listrik konvensional.
Dari sisi lingkungan, pemanfaatan panel surya mendukung penggunaan energi terbarukan dan mengurangi emisi karbon. Lampu jalan tenaga surya tidak menghasilkan polusi udara maupun kebisingan selama operasionalnya. Teknologi ini juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan energi bersih. Dengan perawatan yang relatif sederhana dan usia pakai komponen yang cukup panjang, sistem penerangan jalan berbasis panel surya menjadi pilihan yang efektif, ramah lingkungan, dan berorientasi pada keberlanjutan infrastruktur desa.
Penulis : Kemal Yazid Prakosa (Teknik Mesin) Fakultas Teknik UNDIP
DPL : Ima Wijayanti, S.Pi. M.Si., Ph.D.
Lokasi : Desa Posong, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang
KKN Reguler UNIVERSITAS DIPONEGORO TAHUN 2025/2026







