JATENGKU.COM, BatangMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tahun 2026 dengan pelaksanaan di Desa Jolosekti, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, melaksanakan kegiatan sosialisasi terkait inovasi produk, pengemasan, penyimpanan dengan penerapan Metode FIFO dan pelatihan marketing sederhana melalui platform digital Shopee. Kegiatan ini dilengkapi dengan pemberian handbook / booklet terkait Tutorial Memasukkan Produk ke Shopee.

Program kerja tersebut diinisiasikan oleh Bagas Mahendra, yang merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik D4, sebagai bentuk upaya mendukung kemajuan UMKM Desa yang terintegrasi digital, dan menambahkan nilai jual tinggi dalam pemasaran secara online sehingga meningkatkan pemasukan bagi para pelaku UMKM Desa.

Kegiatan dilaksanakan secara langsung di Aula Desa Jolosekti dengan pemberian materi dengan bahan ajar poster dan handbook / booklet yang digunakan, sehingga pelaku UMKM dapat langsung memahami dan menerapkan materi yang diberikan.

Dalam kegiatan sosialisasi yang dilakukan, pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai pentingnya melakukan inovasi produk, penggunaan kemasan yang aman, penyimpanan dengan penerapan Metode FIFO (First in First Out) serta pemahaman terkait strategi pemasaran secara online, hal ini guna menambah nilai value dan nilai jual tinggi sebuah produk dalam pasaran-nya. Materi yang disampaikan juga memberikan beberapa contoh terkait inovasi produk, pengemasan sebagai identitas produk yang dapat digunakan oleh masing-masing jenis UMKM yang tedapat di Desa Jolosekti itu sendiri.

Mahasiswa KKN Undip Tim 68 Desa Jolosekti 2026 Dampingi UMKM, Tingkatkan Usaha yang Berkelanjutan serta Edukasi Pemasaran Digital

Bagas Mahendra selaku mahasiswa yang membawakan materi menjelaskan bahwa “Inovasi Kecil, Memiliki Hasil Manfaat Yang Besar” ujarnya. Hal ini berartikan bahwa kenyataan nya dengan membuat inovasi produk yang semakin beragam, maka hal itu mempengaruhi daya minat konsumen untuk dapat memilih produk kita untuk di konsumsi.

Inovasi produk sendiri memiliki beragam jenis nya, seperti menambah variasi rasa, memperbaiki kemasan, mengubah cara penyajian dan mengikuti tren pasar masa kini. Bagas juga memberikan pemahaman mengenai penyimpanan produk baik bahan mentah atau jadi dengan sistem penerapan Metode FIFO (First In First Out), metode ini bertujuan guna mencegah bahan produksi basi, komplain pembeli dan yang paling parahnya ialah kerugian itu sendiri.

Perangkat Desa Jolosekti mengapresiasi terkait kegiatan sosialisasi tersebut, dilihat bahwa Desa Jolosekti memiliki peluang UMKM yang sangat besar, UMKM Desa Jolosekti sendiri memiliki jumlah UMKM berkisar 14 pelaku UMKM, yaitu Tempe Mentah, Brownis, Keripik Rempeyek, Sale Pisang, Telur Asin, Kerupuk dan Rengginang (Mateng/Mentah). Harapan nya para pelaku usaha dapat menerapkan dan terus.mempelajari apa yang telah disampaikan sehingga produk mereka dapat dikenal secara luas dan berkelanjutan serta inovatif.

Editor: Handayat

Tag