JATENGKU.COM, JEPARAMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengadakan program kerja (proker) di bidang pendidikan berupa pendampingan belajar di SPS Kejora, Karimunjawa, pada Kamis, 21 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menjadi stimulus peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di wilayah kepulauan.

Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berfoto bersama di SPS Kejora, Karimunjawa. Mereka melakukan pendampingan belajar di sekolah tersebut untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini.

Dalam pelaksanaan program, mahasiswa KKN UPGRIS bertindak sebagai pendamping sekaligus fasilitator. Mereka membantu siswa dalam kegiatan membaca, menulis, dan berhitung, serta mengenalkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif. Upaya ini dilakukan agar anak-anak lebih termotivasi serta lebih mudah memahami materi yang diberikan melalui stimulus kegiatan belajar yang variatif.

Kegiatan berlangsung di ruang kelas SPS Kejora dengan penuh semangat. Anak-anak tampak antusias ketika diajak bernyanyi, mendengarkan cerita, dan bermain sambil belajar. Pendekatan yang digunakan mahasiswa dirancang sesuai dengan dunia anak-anak, sehingga materi pelajaran tersampaikan dengan cara yang menarik dan menjadi stimulus bagi tumbuhnya semangat belajar.

Plang nama “SPS Kejora” di Karimunjawa, Jepara, lokasi mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengadakan program pendampingan belajar. Kegiatan ini bertujuan menjadi stimulus positif bagi peningkatan mutu pendidikan anak usia dini.

Guru SPS Kejora memberikan apresiasi atas kegiatan ini karena sangat membantu jalannya pembelajaran. Kehadiran mahasiswa KKN dinilai mampu menghadirkan variasi metode mengajar serta meringankan peran guru dalam mendampingi siswa. “Program ini menjadikan suasana kelas lebih hidup dan anak-anak semakin bersemangat, karena ada stimulus baru dalam belajar,” tutur salah seorang guru.

Dukungan juga datang dari para orang tua siswa yang merasa terbantu dengan adanya program tersebut. Mereka mengaku senang karena anak-anak terlihat lebih rajin, memiliki motivasi baru, dan mendapatkan pengalaman belajar yang bermanfaat. Hal itu dinilai menjadi stimulus positif dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak ketika mengikuti kegiatan di sekolah.

Melalui proker pendidikan ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap dapat memberi sumbangsih nyata bagi kemajuan pendidikan di Karimunjawa. Dengan pendekatan kreatif dan interaktif, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi stimulus peningkatan minat belajar anak sekaligus mempererat kerja sama antara mahasiswa, guru, orang tua, serta masyarakat setempat.

Editor: Handayat