JATENGKU.COM, SemarangMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 30 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berkolaborasi dengan Sanggar Ngisor Pelem menggelar kegiatan edukasi Eco Print bagi anak-anak di Kelurahan Pedurungan Tengah, Kota Semarang, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Divisi Kewirausahaan (KWU) yang berfokus pada pengenalan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

Kegiatan Eco Print diikuti oleh puluhan anak dari beberapa Sekolah Dasar (SD) di wilayah Pedurungan. Peserta mendaftar secara mandiri melalui sistem pendaftaran yang dibuka panitia KKN dengan menyebarkan flyer kegiatan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, ketika anak-anak mulai dikenalkan pada bahan-bahan alami yang akan digunakan.

Eco Print merupakan teknik mencetak motif dari daun dan bunga ke media kain dengan memanfaatkan bahan alam di sekitar. Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak memahami proses pembuatan Eco Print secara langsung, mulai dari pemilihan bahan, penyusunan motif, hingga proses pencetakan. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga memberikan edukasi tentang pemanfaatan alam secara ramah lingkungan.

Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 30 Kolaborasi dengan Sanggar Ngisor Pelem Gelar Edukasi Eco Print bagi Anak Pedurungan Tengah

Koordinator Divisi Kewirausahaan dan Pariwisata KKN Kelompok 30, Ngavina Ayu Rahmah, mengatakan bahwa kegiatan Eco Print dipilih karena memiliki nilai seni sekaligus potensi ekonomi. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan konsep ekonomi kreatif sejak dini. Anak-anak belajar bahwa karya seni dari bahan alami tidak hanya indah, tetapi juga memiliki nilai guna dan peluang untuk dikembangkan,” ujarnya.

Menurut Ngavina, kolaborasi dengan Sanggar Ngisor Pelem menjadi langkah strategis karena sanggar tersebut telah aktif membina kreativitas anak-anak di lingkungan Pedurungan Tengah. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan kegiatan edukatif yang berkelanjutan dan dekat dengan masyarakat.

Pemilik Sanggar Ngisor Pelem, Ibu Wulan, mengapresiasi kegiatan yang digagas mahasiswa KKN UPGRIS. Ia menilai Eco Print menjadi media pembelajaran yang efektif karena anak-anak terlibat langsung dalam proses berkarya. “Anak-anak terlihat sangat antusias. Mereka senang bisa mencoba sendiri dan membawa pulang hasil karyanya. Kegiatan seperti ini sangat positif untuk mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri mereka,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN mendampingi anak-anak pada setiap tahapan pembuatan Eco Print agar proses berjalan tertib dan aman. Hasil karya Eco Print kemudian dibagikan kepada peserta sebagai bentuk apresiasi.

Sebagai program kerja Divisi Kewirausahaan, kegiatan Eco Print ini menjadi sarana pengenalan ekonomi kreatif berbasis lingkungan kepada anak-anak di Pedurungan Tengah. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS berharap dapat menumbuhkan minat berkarya sekaligus membuka wawasan tentang potensi seni ramah lingkungan di masa depan.

Editor: Handayat

Tag