Mahasiswi Program Studi Arsitektur Universitas Diponegoro (UNDIP), Desmarella Batari Raharjo, yang sedang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN), merancang Rumah Burung Hantu (RuBuHa) sebagai solusi ekologis dalam mengendalikan hama tikus di Desa Mutihan. Proyek ini dimulai dengan observasi tapak untuk menilai kondisi lokasi dan karakteristik lingkungan sekitar, diikuti dengan analisis kebutuhan ruang dan zoning untuk menentukan desain yang paling efektif.

Perancangan Konsep dan Penyusunan Buku Panduan

Setelah melakukan observasi dan analisis, Desmarella merancang konsep dan visualisasi Rumah Burung Hantu yang sederhana dan efisien. Sebagai panduan bagi masyarakat dalam membangun RuBuHa, Desmarella menyusun sebuah buku panduan desain yang mencakup denah, ukuran, material, dan kriteria orientasi rumah yang sesuai dengan kondisi lokal. Buku panduan ini bertujuan agar masyarakat dapat membangun rumah burung hantu secara mandiri dengan menggunakan material lokal yang mudah ditemukan di sekitar desa.

Tindak Lanjut dan Edukasi Masyarakat

 

Sebagai tindak lanjut, panduan desain RuBuHa yang telah disusun akan digunakan oleh masyarakat sebagai acuan untuk membangun rumah burung hantu yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan demikian, masyarakat dapat membangun RuBuHa secara mandiri, efektif dalam mengendalikan hama tikus, serta menggunakan material lokal yang mudah diakses. Melalui kegiatan ini, masyarakat juga mendapatkan pengetahuan tentang solusi ekologis yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah hama secara alami dan terjangkau.

Desmarella Batari Raharjo, mahasiswi arsitektur UNDIP, berharap program ini bisa memberikan dampak positif dan memberikan solusi berkelanjutan bagi desa.

Editor: Handayat

Tag