JATENGKU.COM, KABUPATEN SEMARANGMahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 10 sukses merampungkan dua proyek fisik yang berdampak nyata bagi masyarakat Desa Tompo Gunung, Desa Kalongan. Kegiatan yang menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi ini meliputi pemasangan tiang lampu penerangan jalan umum bertenaga surya dan pembangunan papan informasi edukasi pengelolaan sampah (plang sampah).

Solusi Penerangan Ramah Lingkungan: Tiang Lampu Tenaga Surya

Penerangan jalan menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang sering kali terkendala, terutama di wilayah pedesaan yang jauh dari akses listrik utama. Menjawab tantangan ini, Kelompok KKN-T 10 UPGRIS berinisiatif memasang tiang lampu penerangan yang sepenuhnya mengandalkan energi matahari.

Proyek lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya ini dipilih karena menawarkan solusi yang efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Pemasangan lampu ini bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan keamanan warga, khususnya di malam hari, di jalur yang rawan atau minim cahaya.
  2. Menghemat biaya operasional listrik desa secara jangka panjang.
  3. Mendukung prinsip energi terbarukan dan edukasi penggunaan energi hijau di tingkat desa.

Tiang lampu yang berdiri tegak dan dilengkapi panel surya ini tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga sebagai penanda lokasi program KKN-T UPGRIS 2025 di wilayah tersebut.

Edukasi Peduli Lingkungan: Plang Informasi Sampah

Papan Informasi Edukasi Pengelolaan Sampah (Plang Sampah) yang dibangun mahasiswa KKN-T UPGRIS Kelompok 10 di Desa Tompo Gunung.

Selain infrastruktur penerangan, kelompok mahasiswa ini juga fokus pada isu lingkungan yang krusial, yaitu pengelolaan sampah. Mereka membangun Papan Informasi Edukasi Pengelolaan Sampah (Plang Sampah) yang diletakkan di lokasi strategis.

Papan informasi ini berisi data yang menggugah kesadaran masyarakat tentang bahaya dan lamanya waktu yang dibutuhkan berbagai jenis sampah untuk terurai di alam. Informasi yang disajikan, seperti:

  • Waktu urai kaleng/aluminium ( 80 tahun).
  • Waktu urai plastik ( 200 tahun).
  • Waktu urai kaca/botol ( 450 tahun).

bertujuan untuk memberikan pengetahuan mendalam dan memotivasi warga untuk mengurangi produksi sampah serta melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.

Inisiatif ini merupakan upaya nyata mahasiswa dalam mendukung program keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan literasi warga Desa Tompo Gunung mengenai dampak kebiasaan membuang sampah. Diharapkan, plang edukasi ini dapat menjadi pengingat harian bagi setiap warga untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungannya.

Koordinator Kelompok KKN-T 10 menyatakan bahwa kedua program ini dipilih berdasarkan hasil survei kebutuhan prioritas desa. “Kami tidak hanya ingin membangun, tetapi juga meninggalkan warisan yang fungsional dan edukatif. Tiang lampu surya memberikan manfaat langsung keamanan, sementara plang sampah adalah investasi jangka panjang untuk kesadaran lingkungan,” ujarnya.

Keberhasilan program ini tak lepas dari kolaborasi aktif antara mahasiswa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan perangkat Desa Kalongan serta antusiasme warga Desa Tompo Gunung. Diharapkan, infrastruktur yang telah dibangun dapat dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, menjadikan Desa Kalongan sebagai contoh desa yang maju dalam penggunaan energi terbarukan dan peduli lingkungan. KKN-T UPGRIS 2025 membuktikan bahwa peran mahasiswa mampu menjadi katalisator bagi perubahan positif dan pembangunan berkelanjutan di masyarakat.

Editor: Handayat