JATENGKU.COM, Surabaya — Sudah biasakah merasakan kekakuan tengkuk di pagi hari, atau pusing setelah asyik scrolling aplikasi sosial media? Kondisi ini dikenal sebagai Leher Maju atau Text Neck. Ketika kepala terdorong ke depan sekitar 5 cm seperti posisi menatap layar ponsel, tulang belakang leher bagian bawah menanggung beban seberat 27 kilogram – sama dengan seorang anak usia sekolah dasar beserta tasnya. Survei terbaru menyebut 72% mahasiswa di Indonesia mengalami gangguan leher berkelanjutan karena pola ini.
Mengenal Otot Pengontrol Leher
Otot pengontrol leher terdiri dari empat otot kecil yang berada di bagian depan tulang belakang leher, berperan sebagai “penyangga utama” posisi kepala. Otot paling esensial di antaranya adalah Longus Colli, yang berfungsi seperti perekat alami antar tulang leher agar kepala tetap pada posisi yang benar. Otot-otot ini bekerja serasi dengan kelompok otot di bagian belakang leher demi menjaga keseimbangan tubuh.
Coba bayangkan tulang leher menyerupai rangkaian tulang yang saling terkait. Otot bagian depan bertugas mengontrak untuk menarik dagu ke posisi normal, sementara otot belakang mencegah kepala terlalu miring ke depan. Kebiasaan menunduk lama pada gadget menyebabkan otot depan melemah, kepala bergeser maju, dan tulang leher bawah terbebani secara berlebihan.
Bagaimana Keluhan Leher Maju Muncul?
Prosesnya dimulai saat kepala perlahan condong ke depan selama berjam-jam memandang layar. Otot pengontrol leher depan yang seharusnya mengoreksi posisi menjadi kurang aktif. Sebaliknya, otot-otot belakang leher yang terlihat secara kasat mata menjadi tegang luar biasa. Akibatnya, persendian tulang leher mengalami gesekan berlebih, saraf tertekan, dan rasa nyeri pun timbul.
Tanda-tandanya meliputi kekakuan tengkuk saat baru bangun, ketegangan bahu, bunyi kecil saat memutar leher, serta sakit kepala yang ringan namun mengganggu. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa penguatan otot-otot ini mampu mengurangi keluhan hingga 61% hanya dalam waktu seminggu.
Fungsi Otot Pengontrol Leher
Otot-otot ini bersarang tepat di bagian depan tulang belakang leher dan tidak terlihat dari luar. Meski berukuran kecil, perannya sangat vital dalam menjaga kestabilan kepala saat melakukan gerakan sehari-hari. Saat melakukan gerakan menarik dagu ke belakang, otot-otot ini segera bereaksi dan mengembalikan struktur tulang leher ke posisi ideal.
Kebetulan, gerakan alami ini jarang dilakukan dalam rutinitas harian. Posisi menunduk berkepanjangan membuat otot depan kehilangan kekuatan, sementara otot belakang menjadi kaku kronis. Lama-kelamaan, postur tubuh membentuk kebiasaan bungkuk yang sulit diperbaiki dan keluhan nyeri datang secara berulang.
Solusi yang Didukung Ilmu Pengetahuan
Hasil studi dari Jurnal Fisioterapi Indonesia menunjukkan bahwa latihan untuk mengaktifkan otot pengontrol leher depan sangat efektif meredakan keluhan. Gerakan dasar menarik dagu ke belakang mampu meluruskan susunan tulang leher, mengurangi tekanan pada sendi, serta membebaskan saraf dari jepitan. Dengan demikian, rasa sakit hilang, postur membaik, dan aktivitas harian pun kembali lancar.
Biasakan memperhatikan posisi tubuh saat menggunakan gadget. Sisihkan waktu istirahat singkat lima menit setiap jam dan lakukan gerakan penarik dagu. Bila keluhan berlangsung lebih dari tiga bulan atau disertai kesemutan pada tangan, segera periksakan diri ke fisioterapis profesional.
Penulis: Hassya Intan Vaneza Nashifah









