JATENGKU.COM, KENDAL — Suasana kebersamaan tampak jelas saat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Universitas Diponegoro Tim 21 ikut serta dalam kegiatan panen kopi bersama warga di Desa Gedong, Kecamatan Patean, Kendal pada Rabu (09/07/2025). Kegiatan ini menjadi sarana belajar bagi mahasiswa sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat setempat.

Panen kopi sendiri merupakan momen penting bagi masyarakat Desa Gedong, mengingat kopi robusta menjadi salah satu komoditas utama yang telah lama dibudidayakan. Biasanya, panen dilakukan sekali dalam setahun saat buah kopi telah masak sempurna berwarna merah cerah. Selain menjadi kegiatan rutin, panen juga menjadi ajang kebersamaan warga, karena dikerjakan secara gotong royong di kebun.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN diajak langsung ke kebun milik Ketua Kelompok Tani. Sebelum mulai memetik, mahasiswa diberi arahan mengenai perlengkapan sederhana yang digunakan, seperti keranjang atau karung untuk menampung hasil panen. Mereka juga diajarkan cara membedakan buah kopi yang sudah matang dengan yang masih hijau, sehingga kualitas hasil panen tetap terjaga. Dengan antusias, mahasiswa mencoba memetik kopi satu per satu sambil sesekali berdiskusi dengan petani mengenai proses budidaya dan tantangan yang dihadapi.

Dosen Pembimbing Lapangan, Tita Alfaricha S.AB., M.A.B., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa. “Keterlibatan mahasiswa dalam panen kopi bukan hanya menambah pengalaman. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar tentang pertanian sekaligus nilai kebersamaan, kerja sama, dan budaya lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Bapak Siswadi selaku pemilik kebun kopi merasa senang bisa berbagi pengalaman dengan mahasiswa. “Saya merasa senang karena mahasiswa mau ikut serta memetik kopi. Walaupun hanya sebentar, mereka jadi tahu bagaimana proses panen kopi dilakukan, serta bisa merasakan langsung tantangan yang kami hadapi sebagai petani,” katanya.

Kegiatan ini bukan hanya sekedar kesempatan belajar, tetapi juga sarana mempererat hubungan mahasiswa dengan masyarakat. Dengan adanya interaksi langsung seperti ini, mahasiswa lebih memahami kehidupan sehari-hari warga.

Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, diharapkan mahasiswa dapat terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat. KKN bukan sekadar program pengabdian, tetapi juga wadah menumbuhkan kesadaran, rasa empati, dan kepedulian sosial yang akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa di masa depan.

Penulis: Galuh Sekar Lathifah

Editor: Handayat