JATENGKU.COM, DEMAK – Mahasiswa Kuliah kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 95 Kelompok 2 Universitas Diponegoro telah melaksanakan sosialisasi pembentukan struktur Koperasi Merah Putih sebagai program kerja multidisiplin yang dilaksanakan di Desa Betahwalang, Kecamatan Bonang, Demak, Jawa Tengah, Indonesia pada Kamis (10/7/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan KKN Tematik berdasarkan Surat Tugas Rektor Nomor 247-096/UN7.D2/PM/IV/2025 dengan judul “Peningkatan Valuasi Ekonomi Masyarakat Desa berdasarkan Pengelolaan Daerah Rehabilitasi Mangrove dan Kawaasan Konservasi Rajungan Berkelanjutan di Betah Walang, Demak”. Program ini dibimbing oleh tiga dosen pembimbing lapangan Dr. E. Drs. Hersugondo, M.M. (FEB), Prof. Dr. Hermin Pancasakti Kusumaningrum, S.Si., M.Si. (FSM), Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA (FPIK).
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui wadah ekonomi kolektif, Pemerintah Desa Betahwalang telah membentuk struktur awal Koperasi Merah Putih. Koperasi ini diharapkan menjadi sarana penguatan ekonomi warga desa, serta membuka akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan, perdagangan, dan kesehatan.
Kegiatan sosialisasi pembentukan koperasi ini telah dilaksanakan dengan melibatkan unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta lembaga-lembaga desa lainnya. Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat memahami peran dan manfaat koperasi serta mendukung pembentukannya sejak awal.
Berdasarkan hasil kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan ditetapkan struktur pengurus Koperasi Merah Putih sebagai berikut:
- Pengurus:
- Ketua: Nur Shoim
- Wakil Ketua Bidang Usaha: Muhsinin
- Wakil Ketua Bidang Anggota: Ahmad Muhajir
- Sekretaris: Agus Fajrul Munir
- Bendahara: Agus Salim

Dalam tahap awal ini, koperasi mengusung berbagai rencana bidang usaha seperti BRI Link, apotek desa, penyediaan barang pokok, simpan pinjam, hingga sistem pembayaran listrik dan PDAM. Langkah ini menunjukkan keseriusan koperasi dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat desa secara langsung dan praktis.
Koperasi Merah Putih juga dirancang untuk bersifat inklusif dan transparan, terbuka bagi seluruh lembaga dan masyarakat desa. Seluruh transaksi akan dikelola secara digital melalui aplikasi KOPDESA, sehingga dapat dipantau bersama oleh warga dan diaudit secara terbuka melalui rapat tahunan.
Meskipun saat ini koperasi baru sampai pada tahap pembentukan struktur organisasi, hal ini menjadi tonggak penting dalam proses pendirian koperasi yang sehat dan partisipatif. Pemerintah Desa Betahwalang pun terus mendorong agar proses selanjutnya seperti legalitas, pelatihan pengurus, serta penyusunan program usaha dapat segera dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Dengan semangat gotong royong dan transparansi, Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi pilar ekonomi baru bagi warga Desa Betahwalang, menuju desa yang mandiri secara ekonomi dan kuat secara sosial.
Penulis: Rafly Bayu Samudro











