JATENGKU.COM, KENDALMahasiswa KKN-T IDBU Tim 13 Kelompok 3 Universitas Diponegoro menghadirkan terobosan baru untuk pengelolaan rongsok Bank Sampah Desa Sriwulan, Dusun Kalikesek. Pada Senin (4/8/2025), mahasiswa KKN-T menggelar pemaparan pengoptimalisasian Website SiBISA kepada Tim Admin Media Arenan Kalikesek dan Admin SiBISA, bertempat di Rumah Kaca Pak Amin Arenan Kalikesek.

Melalui program bertema Peningkatan Efisiensi Manajemen Rongsok dari Manual ke Digital, mahasiswa memperkenalkan Website SiBISA Terintegrasi Spreadsheets untuk memudahkan pencatatan, pengolahan, dan pelaporan data sampah secara cepat, akurat, dan terstruktur.

Sebelumnya, seluruh transaksi setoran dan penjualan rongsok di Bank Sampah Desa Sriwulan dicatat secara manual menggunakan buku tulis. Proses ini memakan waktu lama, rawan salah hitung, dan sering menyulitkan pengurus saat membuat laporan bulanan.

Melihat situasi ini, mahasiswa KKN-T mulai merancang solusi sejak Minggu pertama berada di desa. Mahasiswa memetakan alur kerja bank sampah, mencatat titik-titik yang sering menjadi kendala, dan mengajukan ide digitalisasi. Dalam prosesnya, mereka menemukan bahwa sebagian pengurus sudah terbiasa menggunakan ponsel Android, tetapi belum pernah mengelola data lewat spreadsheet atau website.

Tantangan itu membuat tim mahasiswa memilih solusi yang sederhana namun efektif: membangun Website SiBISA yang bisa diakses dari ponsel maupun komputer, dengan sistem pencatatan otomatis yang terhubung ke spreadsheets. Website ini terhubung dengan spreadsheets otomatis, sehingga setiap data yang dimasukkan langsung tersimpan rapi, terhitung akurat, dan dapat dicetak kapan saja.

Mahasiswa memaparkan konsep digitalisasi dan menunjukkan fitur-fitur utama Website SiBISA, terutama Fitur Pencatatan Rongsok.

Salah satu pembaruan yang dibawa dalam Website SiBISA adalah hadirnya Fitur Pencatatan Rongsok, sebuah inovasi yang dirancang khusus untuk mempermudah proses administrasi bank sampah. Fitur baru ini berfungsi sebagai sistem pencatatan digital yang merekam setiap transaksi setoran maupun penjualan rongsok secara real-time.

Melalui fitur ini, pengurus cukup memasukkan data jenis sampah, berat, harga per kilogram, rekap harga, serta rekap berat. Secara otomatis, sistem akan menghitung total nilai setoran, memperbarui saldo, dan menyimpan seluruh data ke dalam spreadsheet terintegrasi. Dengan begitu, risiko salah hitung atau kehilangan catatan dapat diminimalisir, dan laporan bulanan dapat dihasilkan hanya dengan beberapa klik.

“Fitur-fitur di SiBISA ini sudah sangat lengkap dan mudah digunakan,” ungkap salah satu anggota Tim SiBISA.

Tampilan fitur Pencatatan Rongsok pada Website SiBISA yang diperkenalkan oleh mahasiswa KKN Undip. Fitur ini dirancang untuk mempermudah pengurus bank sampah dalam mencatat transaksi secara digital, akurat, dan terstruktur.

Bagi mahasiswa KKN-T, pengalaman ini menjadi pelajaran bahwa teknologi tidak selalu harus rumit untuk membawa perubahan. Bagi pengurus bank sampah, ini adalah langkah baru yang memberi harapan akan pengelolaan yang lebih efisien, profesional, dan transparan.

Dan bagi warga Desa Sriwulan, ini adalah bukti bahwa kemajuan teknologi bisa hadir hingga ke pelosok desa wisata, membawa manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.

Meskipun sebagian besar kegiatan disampaikan melalui presentasi dan diskusi interaktif, suasana tetap hangat dan hidup dengan banyak pertanyaan serta tanggapan dari Tim SiBISA.

Diharapkan, materi yang dipaparkan dalam kegiatan ini dapat membuka wawasan baru dan mendorong perubahan positif yang bisa diterapkan secara berkelanjutan dalam pengelolaan bank sampah melalui Website SiBISA.

Dengan begitu, Bank Sampah Desa Sriwulan bukan hanya menjadi tempat menabung sampah, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan contoh nyata pengelolaan lingkungan yang rapi, transparan, dan bermanfaat bagi warga.

Editor: Handayat