JATENGKU.COM, Demak — Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mengabdi Tahun 2026. Kegiatan penerjunan mahasiswa KKN ini dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di Kantor Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.
Acara penerjunan dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Mranggen, Bapak Abdul Kholiq, AP, MM, yang secara langsung menerima mahasiswa KKN UPGRIS. Turut hadir dan mendampingi dalam kegiatan tersebut Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Dr. Joko Sulianto, M.Pd, serta Kepala Desa Bandungrejo, Ibu Sri Hartini.
Sebanyak 11 mahasiswa resmi diterjunkan untuk melaksanakan program KKN dan akan ditempatkan di Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen. Para mahasiswa ini diharapkan mampu berperan aktif dalam membantu masyarakat melalui berbagai program kerja yang bersifat edukatif, sosial, dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan potensi desa.
Dalam sambutannya, Sekretaris Kecamatan Mranggen menyampaikan apresiasi kepada UPGRIS atas kepercayaan yang diberikan kepada wilayah Kecamatan Mranggen sebagai lokasi KKN. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Joko Sulianto, M.Pd, menegaskan bahwa kegiatan KKN merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menjalin kerja sama yang baik dengan perangkat desa dan masyarakat setempat selama pelaksanaan KKN.
Kepala Desa Bandungrejo, Ibu Sri Hartini, juga menyambut baik kedatangan mahasiswa KKN UPGRIS. Ia berharap program-program yang akan dilaksanakan dapat membantu mendukung pembangunan desa serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Bandungrejo.
Melalui kegiatan KKN Mengabdi Tahun 2026 ini, mahasiswa UPGRIS diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman sosial dan akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat desa.







