Semarang, 18 September – Dusun Krajan, Desa Tlompakan, Kabupaten Semarang, pada kamis (18/9) Ibu-ibu PKK sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pembuatan puding pisang. Acara ini merupakan bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang digagas oleh Bidang Kewirausahaan.

Dalam rangka mendukung peningkatan kreativitas Masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal, mahasiswa KKN Tematik Universitas PGRI Semarang melaksanakan program inovasi kuliner dengan memanfaatkan buah pisang menjadi olahan puding bernilai ekonomis. Pisang dipilih karena merupakan salah satu hasil bumi yang mudah ditemukan di lingkungan Masyarakat di desa Tlompakan. Selain itu pisang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Seperti karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk Kesehatan.

Sebelum melakukan sosialisasi kepada warga, para mahasiswa KKN devisi kewirausahaan terlebih dahulu melakukan uji coba pembuatan puding pisang. Hal ini dilakukan untuk memastikan rasa puding tetap lezat, teksturnya lembut, dan tampil menarik sehingga dapat diterima oleh berbagai kalangan Masyarakat, termasuk anak – anak.

“Kami ingin menciptakan olahan sederhana yang bukan hanya enak, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha bagi Masyarakat sekitar,” ujar Diva Azzakiy selaku penanggung jawab kegiatan.

Kegiatan sosialisasi pembuatan puding pisang dilaksanakan bersama dengan kegiatan rutinan PKK RW 04, dusun Krajan, Desa Tlompakan. Dalam kesempatan tersebut, anggota PKK RW 04 yang beranggotakan ibu – ibu rumah tangga diberikan penjelasan mengenai manfaat pisang serta cara mengolahnya menjadi puding yang bernilai jual tinggi, serta dapat dinikmati disegala kalangan usia. Resep yang dibagikan menggunakan bahan sederhana dan proses pembuatannya mudah diikuti, sehingga siapa pun dapat mencobanya di rumah.

Ibu – ibu PKK RW 04 menyambut inovasi ini dengan antusias. Mereka melihat bahwa puding pisang dapat menjadi alternatif makanan ringan yang sehat sekaligus peluang usaha rumahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik UPGRIS berharap masyarakat dapat lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi lokal untuk menciptakan produk pangan yang bergizi, lezat, dan bernilai ekonomis. Inovasi ini menjadi bukti bahwa pangan bergizi dan bernilai jual tidak selalu harus mahal, melainkan dapat dihasilkan dari bahan lokal yang sederhana.

Editor: Handayat