Tlompakan, 8 Oktober 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bersama ibu-ibu kader Posyandu Desa Tlompakan menggelar kegiatan sosialisasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) sederhana di Balai Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dasar tentang penanganan pertama pada kecelakaan ringan di lingkungan rumah tangga, khususnya bagi para kader posyandu yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Tingkatkan Kesiapsiagaan di Lingkungan Keluarga

Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan mahasiswa KKN yang menekankan pentingnya kemampuan dasar P3K sebagai bentuk kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi situasi darurat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa banyak kecelakaan rumah tangga dapat diminimalkan dampaknya jika penanganan awal dilakukan dengan benar.

“Pengetahuan dasar P3K bukan hanya milik tenaga medis, tetapi penting juga dimiliki setiap keluarga agar bisa bertindak cepat dan tepat sebelum pertolongan lanjutan datang,” ujar salah satu mahasiswa KKN UPGRIS dalam sesi pembukaan.

Belajar Melalui Praktik Langsung

Kegiatan sosialisasi disampaikan secara interaktif dan aplikatif, dengan sesi demonstrasi langsung mengenai cara menangani luka ringan, mimisan, luka bakar, serta kasus tersedak. Para peserta tampak antusias mencoba praktik pembalutan luka menggunakan alat-alat sederhana seperti kain bersih, plester, dan antiseptik yang umum tersedia di rumah.

Tak hanya sekadar teori, kegiatan ini juga mengajak peserta untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman nyata tentang kejadian darurat yang sering terjadi di lingkungan masyarakat. Suasana pelatihan berjalan hangat dan penuh semangat kebersamaan.

Dukungan dari Perangkat Desa dan Tenaga Kesehatan

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari perangkat desa serta tenaga kesehatan setempat. Mereka menilai kegiatan seperti ini sangat relevan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan kesehatan di tingkat keluarga.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN ini. Melalui pelatihan seperti ini, kader posyandu bisa menjadi contoh dan penggerak masyarakat dalam penanganan pertolongan pertama di rumah,” ujar salah satu perangkat desa Tlompakan.

Langkah Kecil, Dampak Besar bagi Masyarakat

Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, kader posyandu, dan perangkat desa, kegiatan sosialisasi P3K sederhana ini menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang lebih siaga, sehat, dan berdaya.

Para kader posyandu diharapkan mampu menjadi pelopor keluarga tanggap darurat di lingkungan masing-masing serta menularkan ilmu yang telah diperoleh kepada warga sekitar.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program kerja KKN UPGRIS bidang kesehatan masyarakat, yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kesadaran warga terhadap pentingnya hidup sehat dan siap siaga terhadap keadaan darurat.

Editor: Handayat