JATENGKU.COM, Pekalongan – Desa Wiroditan mulai melangkah menuju ketahanan pangan berbasis lahan terbatas melalui gagasan inovatif yang diinisiasi oleh Tim 58 KKN Universitas Diponegoro pada Sabtu (24/1/2026). Tim KKN memperkenalkan hidroponik rakit apung sederhana dengan sistem wick sebagai solusi pertanian praktis yang mudah diterapkan oleh masyarakat.
Sistem ini memanfaatkan media netpot dan sumbu kain untuk menyalurkan nutrisi ke tanaman, sehingga tidak memerlukan instalasi rumit maupun biaya besar. Tanaman kangkung dipilih sebagai komoditas awal karena masa panennya yang relatif cepat dan perawatannya yang mudah, sehingga cocok untuk pemula.
Dalam pelaksanaannya, Tim KKN tidak hanya melakukan demonstrasi pembuatan hidroponik, tetapi juga memberikan edukasi terkait perawatan tanaman, mulai dari pengelolaan nutrisi hingga pentingnya menjaga pH air agar tanaman dapat tumbuh optimal. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan sehat dan berkelanjutan.
Program ini juga menyasar aspek pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan potensi bisnis budidaya hidroponik. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya strategi branding dan penggunaan packaging yang menarik guna meningkatkan nilai jual produk di pasar lokal maupun digital.
1Sebagai identitas visual, desain logo dan stiker label telah disiapkan untuk digunakan oleh kelompok masyarakat, lengkap dengan analisis keuntungan yang transparan dan metode penjualan yang praktis. Melalui pendekatan ini, hasil panen tidak hanya dikonsumsi untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga diproyeksikan menjadi komoditas bisnis yang menguntungkan bagi peningkatan kesejahteraan warga desa.
Sisi inovasi teknologi turut diperkuat dengan adanya rancangan e-blueprint sistem hidroponik skala besar yang memanfaatkan mikrokontroler Arduino Uno serta integrasi berbagai sensor dan aktuator. Sistem otomasi ini dirancang agar terhubung dengan internet (IoT), memungkinkan pemantauan suhu, tingkat nutrisi (TDS), dan volume air tandon secara real-time melalui perangkat seluler. Keunggulan dari pengembangan smart system ini adalah presisi kontrol yang lebih tinggi dan minimalisasi risiko kegagalan panen akibat kelalaian manusia yang menjadi lompatan teknologi signifikan dibandingkan sistem konvensional.
Sebagai panduan implementasi, tim KKN 58 Universitas Diponegoro menyediakan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang terperinci untuk material dan alat, serta tutorial hidroponik sederhana yang mudah direplikasi oleh masyarakat di rumah masing-masing. Selain penerapan di lahan rumah tangga, program ini juga membuka peluang pengembangan sistem hidroponik dalam skala yang lebih terkontrol untuk mendukung ketahanan pangan desa yang berkelanjutan .
Seluruh materi ini dikemas dalam konten digital edukatif yang dapat diakses melalui kode QR yang terdapat pada pamflet, dengan harapan besar agar masyarakat Desa Wiroditan dapat secara mandiri meningkatkan potensi ekonomi dan ketahanan pangan tanpa terhambat oleh keterbatasan lahan maupun biaya.







