JATENGKU.COM, KAB. SEMARANG — Dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kemdiktisaintek 2025, mahasiswa UNDIP berperan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Salah satu kegiatannya yaitu dengan memberdayakan pelaku UMKM melalui pelatihan analisis kelayakan dan manajemen keputusan usaha untuk membantu para pelaku usaha lokal mengelola bisnis secara lebih efisien, berkelanjutan, dan kompetitif.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM RI (2024), Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkontribusi sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja di Indonesia. Badan Pusat Statistik juga mencatat jumlah UMKM di Indonesia telah mencapai lebih dari 65 juta unit usaha, menjadikannya tulang punggung utama perekonomian nasional. Bahkan, laporan Bank Dunia menegaskan bahwa UMKM berperan penting dalam mengurangi kemiskinan karena menjadi sumber pendapatan utama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah.

Di Kelurahan Langensari jumlah UMKM cukup banyak dan menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak keluarga. Namun, tantangan besar masih dihadapi para pelaku usaha kecil ini, dimana tidak sedikit yang masih mengandalkan intuisi dalam menentukan harga jual produk tanpa memahami konsep harga pokok penjualan (HPP) secara benar. Akibatnya, keuntungan tidak maksimal, bahkan ada yang mengalami kerugian tanpa disadari.

Kegiatan pelatihan bersama UMKM.

Adanya pelatihan analisis kelayakan dan manajemen keputusan usaha ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kewirausahaan masyarakat pada tingkat rumah tangga, sehingga mereka lebih siap dalam merancang dan mengimplementasikan strategi bisnis. Meningkatnya jumlah pelaku UMKM memicu persaingan yang semakin ketat, sehingga dibutuhkan keterampilan manajerial yang memadai agar usaha tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan.

Dalam konteks ini, penguasaan perhitungan HPP, pemahaman analisis kelayakan, serta penerapan manajemen keputusan usaha menjadi aspek penting. Melalui kemampuan tersebut, pelaku UMKM dapat menilai kelayakan usaha yang dijalankan, mengidentifikasi potensi pengembangan, serta memastikan strategi yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan pasar. Di samping itu, pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar manajemen usaha yang sehat diperlukan untuk memperkuat peran UMKM sebagai penopang perekonomian keluarga sekaligus kontributor signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 13 Juli dan 15 Agustus 2025 ini mengusung metode interaktif supaya peserta tidak hanya mendengar materi, tetapi juga aktif terlibat dalam setiap sesi. Kegiatan berlangsung di rumah Ibu RW 06 Kelurahan Langensari serta dilakukan secara door-to-door ke beberapa UMKM dilingkungan RW 6 Kelurahan Langensari. Di awal sesi, peserta diberikan pra-test untuk mengukur pemahaman awal mengenai perhitungan HPP dan pengambilan keputusan usaha. Setelah itu, materi disampaikan secara bertahap, dimulai dari cara sederhana menghitung biaya produksi, strategi manajemen usaha, hingga analisis kelayakan berdasarkan hasil perhitungan yang nyata.

Selanjutnya, peserta dihadapkan pada studi kasus langsung supaya materi tidak hanya berhenti pada teori, melainkan bisa langsung dipraktikkan dalam usaha masing-masing, terlebih karena telah disediakan template perhitungan guna menjadi panduan. Di akhir, peserta diberikan post-test untuk mengukur pemahaman materi dan praktik yang sudah diberikan, hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang nyata, mayoritas peserta mampu menjawab dengan baik. Hal ini menandakan adanya lonjakan pemahaman yang signifikan dibandingkan sebelum mengikuti pelatihan.

Dengan adanya peningkatan pemahaman ini, para pelaku UMKM Langensari kini lebih percaya diri dalam menjalankan usahanya. Mereka tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga memiliki dasar analisis yang lebih kuat dalam mengambil keputusan bisnis. Kedepannya dengan adanya pelatihan, UMKM Langensari memiliki bekal baru untuk lebih berkembang. Langkah kecil ini diharapkan bisa menjadi pijakan penting bagi pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai penopang perekonomian nasional.

Program ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana: Yuli Prasetyo Adhi, S.H., M.Kn. (Universitas Diponegoro), Mj Rizqon Hasani, S.Hum., M.I.Kom. (Universitas Diponegoro), dan Dr. Martien Herna Susanti, S.Sos., M.Si. (Universitas Negeri Semarang).

Sebagai penutup, tim PMM UNDIP menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat serta Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Republik Indonesia yang telah mendanai program ini melalui kontrak pelaksanaan kegiatan nomor: 062/C3/DT.05.00/PM/2025 (kontrak induk dan nomor: 360-14/UN7.D2.1/PM/V/2025 (kontrak turunan).

Penulis: Alis Matur Rizqiyah
Dosen Pembimbing: Yuli Prasetyo Adhi, S.H.,M.Kn.

Editor: Handayat