JATENGKU.COM, Kabupaten Semarang – Sebanyak mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 25 dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) resmi diterjunkan pada Selasa, 14 Januari 2026, bertempat di Kantor Bupati Kabupaten Semarang. Kegiatan penerjunan ini menjadi penanda dimulainya masa pengabdian mahasiswa di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
Penerjunan mahasiswa KKN ini didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Wardatul Jannah, S.T., M.T. yang memberikan arahan serta motivasi kepada seluruh mahasiswa agar mampu menjalankan program kerja secara optimal, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga solusi konkret bagi permasalahan di desa.
Desa Branjang sendiri merupakan salah satu desa yang terletak di lereng Gunung Ungaran dengan kondisi geografis berbukit dan tanah yang subur. Desa ini berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Kendal dan memiliki jumlah penduduk sekitar 3.300 jiwa yang tersebar di lima dusun. Mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani, pekebun, dan peternak. Selain itu, Desa Branjang juga memiliki potensi sebagai desa wisata berbasis alam serta produk pertanian dan UMKM lokal.

Berdasarkan hasil observasi awal, mahasiswa KKN Kelompok 25 mengidentifikasi bahwa Desa Branjang memiliki lingkungan pendidikan yang cukup baik, tradisi budaya yang masih terjaga, serta potensi ekonomi melalui industri rumah tangga dan pelaku UMKM. Namun, beberapa sektor masih memerlukan pendampingan, khususnya dalam hal pemanfaatan teknologi digital, penguatan literasi, kesehatan masyarakat, serta mitigasi bencana.
Dalam pelaksanaan KKN ini, mahasiswa telah menyusun berbagai program kerja yang terbagi ke dalam beberapa bidang. Pada Bidang Pendidikan dan Literasi Digital, mahasiswa mengusung program pendampingan digitalisasi UMKM melalui pendaftaran lokasi usaha di Google Maps dan pembuatan QRIS sebagai sistem pembayaran non-tunai. Selain itu, terdapat program Smart Signage berupa pemasangan QR Code pada plang penunjuk arah, pengaktifan kembali pojok baca, serta bimbingan belajar (bimbel) untuk siswa sekolah dasar.
Sementara itu, pada Bidang Kesehatan dan Lingkungan, mahasiswa merancang program penanaman bibit pohon bekerja sama dengan Perhutani, pendampingan kegiatan Posyandu, kerja bakti rutin, serta pelaksanaan senam sehat bersama masyarakat. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Di sektor Kewirausahaan dan Pariwisata, mahasiswa membantu pelaku UMKM dalam memasarkan produk melalui media sosial serta pembuatan titik lokasi usaha di Google Maps. Upaya ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Tak kalah penting, pada Bidang Mitigasi Bencana, mahasiswa melaksanakan pemetaan titik rawan bencana, drainase, dan jembatan yang berpotensi mengalami kerusakan. Data ini akan dijadikan sebagai bahan rekomendasi bagi pemerintah desa dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana.
Koordinator Desa KKN Kelompok 25, Arjun Pamungkas, menyampaikan bahwa seluruh program kerja telah disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif dan berkelanjutan bagi Desa Branjang.
Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan, seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Branjang serta mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.









