JATENGKU.COM, Boyolali – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan pestisida alami berbahan dasar kulit bawang dengan media air di Desa Teras, Kabupaten Boyolali pada Rabu (21/01/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, mengenai pemanfaatan limbah dapur menjadi pestisida alami yang aman, murah, dan ramah lingkungan.
Pelatihan ini diprakarsai oleh Natalia Simbolon, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dari Jurusan Teknik Kimia. Dalam kegiatan ini, Natalia memperkenalkan cara sederhana mengolah kulit bawang yang selama ini sering dibuang menjadi larutan pestisida alami yang bermanfaat untuk melindungi tanaman dari serangan hama. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak ibu-ibu PKK untuk tidak lagi membuang kulit bawang, karena ternyata memiliki kandungan senyawa aktif yang efektif sebagai pestisida alami. Selain aman bagi tanaman dan manusia, cara pembuatannya juga sangat mudah dilakukan di rumah,” ujar Natalia.
Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Teras dengan penuh antusias. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai bahan dan tahapan pembuatan pestisida alami dari kulit bawang. Bahan utama yang digunakan yaitu sekitar 25 gram kulit bawang dan 500 ml air. Proses pembuatan dilakukan dengan cara merendam kulit bawang ke dalam air, kemudian didiamkan selama 24 jam agar senyawa aktif dapat terekstraksi secara optimal. Setelah itu, larutan disaring dan siap digunakan sebagai cairan semprot pada tanaman.
Selain cara pembuatan, peserta juga diberikan informasi mengenai cara penyimpanan larutan pestisida alami. Karena berbahan organik, larutan harus disimpan di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung, serta digunakan maksimal dalam waktu tujuh hari. Jika larutan sudah berbau busuk menyengat, maka tidak disarankan untuk digunakan kembali.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak ibu-ibu PKK yang aktif bertanya mengenai cara penggunaan larutan pada berbagai jenis tanaman serta efektivitas pestisida alami dibandingkan pestisida kimia.
Salah satu peserta, Ibu Fitri, anggota PKK Desa Teras, mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini. “Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selama ini kulit bawang biasanya langsung dibuang, ternyata bisa dimanfaatkan menjadi pestisida alami yang aman untuk tanaman. Cara membuatnya juga mudah dan bahannya ada di dapur sendiri,” ujar Ibu Fitri.
Ia juga menambahkan bahwa materi yang disampaikan mudah dipahami dan sangat membantu ibu-ibu PKK dalam merawat tanaman di pekarangan rumah. “Penjelasannya jelas dan praktiknya langsung, jadi kami bisa langsung mencoba di rumah. Semoga kegiatan seperti ini bisa sering diadakan lagi karena sangat berguna bagi kami,” tutupnya.
Melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan ibu-ibu PKK Desa Teras dapat memanfaatkan limbah dapur secara lebih optimal, mengurangi penggunaan pestisida kimia, serta turut menjaga kelestarian lingkungan dengan menerapkan pertanian yang lebih ramah lingkungan.











