JATENGKU.COM, Siguci — Permasalahan sampah menjadi salah satu tantangan serius yang dihadapi Desa Siguci, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang. Minimnya fasilitas pengolahan sampah dan belum adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di tingkat kecamatan membuat pengelolaan sampah belum berjalan optimal.
Menjawab permasalahan tersebut, Febrina Avelia Putri, mahasiswa Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur Universitas Diponegoro yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I, menghadirkan solusi inovatif melalui perancangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Saat mengajukan program kerja pada Sabtu, 18 Januari 2026, Sekretaris Desa Siguci menyampaikan kekhawatirannya. “Selama ini kami kesulitan mengelola sampah. Bank sampah yang pernah ada hanya berjalan saat ada pendampingan dari luar. Begitu pendampingan selesai, program berhenti karena belum ada struktur pengurus yang jelas. Ditambah lagi, di Kecamatan Pecalungan memang belum ada TPA,” ungkap Pak Carik.
Mendengar hal itu, Febrina kemudian merancang TPST 3R secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek bangunan fisik tetapi juga sistem pengelolaannya. Selama seminggu, mulai 18 hingga 24 Januari 2026, ia melakukan survei lapangan, mengumpulkan data timbulan sampah, hingga menyusun konsep desain lengkap.
“Saya ingin memberikan solusi yang benar-benar bisa diterapkan, bukan hanya desain yang bagus di atas kertas. Makanya saya juga menyiapkan alur operasional dan struktur kepengurusan agar TPST ini bisa berjalan mandiri setelah KKN berakhir,” jelas Febrina.
Rancangan yang dihasilkan meliputi site plan yang disesuaikan dengan kondisi lahan desa, denah bangunan dengan pembagian area pemilahan, pengomposan, dan daur ulang, serta detail teknis fasilitas pengolahan. Semua visualisasi dibuat dalam bentuk gambar kerja dan rendering 3D agar mudah dipahami oleh perangkat desa dan masyarakat.
Pada Sabtu, 24 Januari 2026, Febrina mempresentasikan hasil rancangannya di Balai Desa Siguci. Hadirin yang terdiri dari perangkat desa dan perwakilan masyarakat tampak antusias mengikuti pemaparan. Febrina menjelaskan tidak hanya soal desain bangunan, tetapi juga bagaimana sampah akan dikelola di dalam TPST, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana pembagian tugasnya.
“Desain ini sangat membantu kami. Selain gambar bangunannya jelas, ada juga panduan pengelolaannya. Kami berkomitmen untuk merealisasikan pembangunan TPST ini dalam 2-3 tahun ke depan,” ujar Pak Carik menanggapi presentasi tersebut.
Dengan adanya rancangan TPST 3R ini, Desa Siguci diharapkan dapat mengelola sampah secara lebih baik, mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomis, sekaligus menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih dan sehat.
Penulis: Febrina Avelia Putri (Arsitektur, Fakultas Teknik)
DPL: Dr. Adi Nugroho M. Si.
Lokasi KKN: Desa Siguci, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang










