Isu perundungan (bullying) di lingkungan institusi pendidikan masih menjadi tantangan besar dalam pembentukan karakter generasi muda di Indonesia. Menanggapi fenomena tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 24 mengambil langkah konkret dengan menggelar kegiatan bertajuk “Sosialisasi Anti-Bullying dan Pelatihan Desain Poster Digital”. Kegiatan edukatif ini dilaksanakan bersama siswa-siswi kelas V SDN Kalisidi 01, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, pada Selasa (27/1/2026).

Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang sangat relevan dengan kebutuhan zaman, di mana edukasi moral digabungkan dengan peningkatan literasi digital sejak dini. Mahasiswa Kelompok 24 KKN UPGRIS berupaya memberikan pemahaman mendalam bahwa teknologi, jika digunakan dengan bijak dan tepat guna, dapat menjadi alat kampanye positif yang sangat kuat untuk memutus mata rantai perundungan di lingkungan sekolah.

Acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIB ini dibuka dengan sesi sosialisasi yang berlangsung secara interaktif di ruang kelas. Mahasiswa memaparkan materi mengenai bahaya perundungan (bullying), mulai dari dampak psikologis yang mendalam bagi korban hingga konsekuensi sosial dan hukum bagi pelaku. Penjelasan dilakukan dengan gaya bahasa yang ringan dan menyenangkan agar mudah dicerna oleh siswa sekolah dasar, namun tetap menekankan pada pesan utama bahwa setiap individu memiliki hak asasi untuk merasa aman dan nyaman saat menuntut ilmu di sekolah.

Antusiasme terlihat jelas saat para siswa mulai mengoperasikan Chromebook  yang disediakan oleh pihak sekolah. Siswa-siswi mulai menyusun elemen-elemen digital pada layar untuk membentuk poster digital bertemakan “Stop Bullying: Buat Sekolah Aman dan Nyaman”. Penggunaan fasilitas sekolah berupa Chromebook  ini menunjukkan adanya program mahasiswa dengan sarana prasarana yang dimiliki SDN 01 Kalisidi dalam mendukung digitalisasi pembelajaran.

Pihak sekolah memberikan dukungan penuh terhadap program kerja yang dibawa oleh para mahasiswa KKN ini. Menurut pihak sekolah, kegiatan semacam ini memberikan warna baru dalam pembentukan karakter dan pengembangan kreativitas siswa-siswi SDN 01 Kalisidi

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 24 di sekolah kami. Sosialisasi anti perundungan ini merupakan langkah krusial dalam mewujudkan sekolah yang ramah anak. Melalui pelatihan Canva, para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu moral mengenai etika pergaulan, tetapi juga mendapatkan keterampilan teknologi yang sangat berguna bagi masa depan mereka di era digital. Kami berharap semangat saling menghargai dan budaya positif ini terus terjaga dan dipraktikkan dalam keseharian siswa,” tegas Ibu Icha Listyana, S.Pd., selaku Guru Pengampu Mata Pelajaran Informatika di SDN Kalisidi 01.

“Kami ingin menanamkan pola pikir bahwa menjadi pribadi yang populer atau keren tidak harus dilakukan dengan menyakiti atau merendahkan orang lain, melainkan dengan berkarya dan berprestasi. Melalui poster-poster yang mereka buat dengan penuh semangat ini” ungkap Saudara Adji Qomarul Zaman, selaku Pemateri Pelatihan Canva sekaligus anggota KKN UPGRIS Kelompok 24.

Suasana di dalam ruang kelas V tampak penuh dengan tawa, canda, dan keceriaan hingga akhir acara. Para siswa tampak bangga saat berhasil menyelesaikan desain poster mereka dan menunjukkannya kepada kakak-kakak mahasiswa. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif, keberanian bertanya, dan hasil karya yang luar biasa, para mahasiswa memberikan reward spesial kepada seluruh siswa-siswi yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat.

Program kerja ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa serta memotivasi mereka agar terus menghasilkan karya-karya positif di masa depan. Melalui langkah kecil yang penuh makna ini, KKN UPGRIS Kelompok 24 berharap agar SDN 01 Kalisidi dapat terus konsisten menjadi lingkungan pendidikan yang sehat, harmonis, serta bebas dari segala bentuk tindak perundungan.

Editor: Handayat

Tag