KENDALMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 39 menghadirkan inovasi rocket stove atau tungku pembakaran sampah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Trompo, Kabupaten Kendal. Program ini bertujuan membantu warga dalam mengelola sampah sekaligus menghadirkan solusi pembakaran yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

 

Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan di beberapa wilayah, termasuk di Kelurahan Trompo. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif merancang tungku pembakaran sederhana dengan konsep rocket stove yang mampu menghasilkan panas tinggi dengan bahan bakar minimal serta mengurangi asap berlebih.

 

Rocket stove merupakan tungku dengan desain saluran udara khusus yang membuat proses pembakaran lebih sempurna. Dengan sistem ini, sampah kering seperti daun, ranting, dan limbah kertas dapat terbakar lebih cepat dan tidak menimbulkan asap tebal seperti pembakaran terbuka pada umumnya.

 

Ketua KKN UPGRIS Kelompok 39 menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembuatan alat, tetapi juga edukasi kepada masyarakat. “Kami ingin memberikan solusi yang aplikatif. Tidak hanya membuat tungku, tetapi juga mengedukasi warga tentang pemilahan sampah organik dan anorganik agar pengelolaan sampah bisa lebih tertata,” ujarnya.

 

Proses pembuatan dilakukan bersama warga sebagai bentuk pemberdayaan. Mahasiswa memperkenalkan desain dan  bahan yang digunakan yaitu habel tahan panas. Warga pun diajak praktik langsung agar nantinya mampu membuat dan mengembangkan tungku tersebut secara mandiri.

 

Lurah Kelurahan Trompo mengapresiasi inovasi yang dilakukan mahasiswa KKN UPGRIS. Menurutnya, program ini sangat membantu dalam mengurangi penumpukan sampah serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Kami berharap inovasi ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan menjadi contoh pengelolaan sampah yang lebih baik,” tuturnya.

 

Dengan adanya rocket stove atau tungku pembakaran sampah ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Trompo dapat lebih mandiri dalam mengelola limbah rumah tangga. Program ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu hadir memberikan kontribusi nyata melalui inovasi sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Melalui semangat kolaborasi dan kepedulian, KKN UPGRIS Kelompok 39 menunjukkan bahwa pengabdian bukan sekadar program kerja, melainkan wujud nyata peran mahasiswa dalam membangun desa dan menjaga kelestarian lingkungan

 

Editor: Handayat

Tag