JATENGKU.COM, Rejosari – Semangat luar biasa terpancar dari seluruh warga SD Negeri Rejosari 02 pada hari Rabu, 15 April 2026. Bertempat di halaman sekolah, sekelompok mahasiswa magang dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berhasil menyelenggarakan acara Gelar Karya dengan tema “Kreativitas Tanpa Batas dengan Barang Bekas” yang melibatkan seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 5.
Acara yang digelar meriah ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus mengasah kreativitas siswa dalam mengubah barang bekas menjadi karya bernilai guna dan estetika.
Karya Kreatif dari Barang Bekas Memukau Pengunjung
Sesuai dengan tema “Kreativitas Tanpa Batas dengan Barang Bekas”, puluhan karya hasil kreasi siswa SD Negeri Rejosari 02 berhasil memukau para warga sekolah. Dengan bimbingan mahasiswa magang UPGRIS, barang-barang yang sebelumnya tidak terpakai seperti tutup botol, kertas koran, galon bekas, hingga sedotan plastik disulap menjadi produk yang cantik, unik, dan memiliki nilai guna bagi siswa-siswi.
Seluruh warga di SD Negeri Rejosari 02 terlihat takjub saat melihat gantungan kunci dan tas cantik yang terbuat dari tutup botol, wadah buku kreatif dari koran, bingkai foto estetik dari kertas koran, keranjang serbaguna dari galon bekas, serta wadah pensil lucu dari sedotan plastik.
Tidak hanya itu, masih banyak karya menarik lainnya seperti rak sepatu dari botol dan kardus, wadah tisu dari stik es krim, hingga hiasan dinding cetak dari daun serta kalender dari tutup botol yang turut memeriahkan pameran di setiap stand kelas.
Salah satu siswa yang karyanya mendapat perhatian khusus adalah Muhamad Lutfi, siswa kelas 5 yang berhasil membuat keranjang sayur dari galon bekas, Dengan senyum bangga, Lutfi berbagi kesannya selama mengikuti gelar karya ini.
“Saya senang sekali kak! Barang bekas yang biasanya dibuang, sekarang bisa jadi keranjang dan gantungan kunci yang keren. Awalnya susah, tapi setelah dibimbing dari kakak magang dari UPGRIS, saya jadi bisa. Besok-besok saya mau buat lagi pakai botol bekas yang lebih banyak. Makasih ya kak!” ujar Muhamad Lutfi, Siswa Kelas 5 SD Negeri Rejosari 02
Testimoni Lutfi ini menjadi bukti bahwa kegiatan gelar karya tidak hanya menghasilkan produk kreatif, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kepedulian lingkungan sejak dini pada diri para siswa.
Fashion Show dan Penampilan Siswa Meriahkan Acara
Kemeriahan acara tidak hanya berhenti pada pameran karya. Sebuah fashion show spektakuler digelar di mana para siswa berjalan di atas panggung dengan penuh percaya diri sambil menampilkan langsung karya-karya yang mereka buat. Ada yang mengenakan tas dari tutup botol, membawa keranjang dari galon bekas, hingga memamerkan wadah pensil dari sedotan.
Selain fashion show, penampilan seni dari siswa kelas 1 hingga kelas 5 juga turut memanjakan para guru dan orang tua. Tarian dan nyanyian ditampilkan dengan sangat bagus, rapi, dan kompak. Kekompakan siswa dalam setiap gerakan dan suara membuat seluruh penonton terpukau dan tak henti-hentinya bertepuk tangan.
“Saya sangat bangga melihat antusiasme dan kreativitas siswa-siswi SD Negeri Rejosari 02. Mereka mampu mengubah barang bekas menjadi sesuatu yang luar biasa. Ini bukti bahwa kreativitas tidak mengenal batas!” Ungkap Rozak Kurniawan Haryadi, salah satu mahasiswa magang UPGRIS, selaku penggagas dan pendamping acara.
Ibu Cristina Purwanti, S.Ag, selaku kepala SD Negeri Rejosari 02 dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa magang UPGRIS atas dedikasi dan ide kreatifnya.
“Acara ini sangat bagu, Selain mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui daur ulang, mereka juga belajar berkreasi dan percaya diri. Terima kasih kepada mahasiswa magang UPGRIS yang telah membimbing anak-anak kami dengan sabar dan penuh inovasi. Semoga kerja sama ini terus berlanjut,” ujar beliau dengan bangga. Para guru pun turut membantu pendampingan dan menyatakan kebanggaan mereka melihat hasil karya siswa yang melebihi ekspektasi.
Gelar karya yang bertema “Kreativitas Tanpa Batas dengan Barang Bekas” ini berjalan dengan lancar, meriah, dan penuh makna. Seluruh siswa pulang dengan senyum kebanggaan karena karya mereka dihargai dan dilihat banyak orang.
Acara ini menjadi bukti bahwa mahasiswa magang UPGRIS mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan lingkungan. Semangat untuk terus berkarya dan menjaga bumi dari sampah plastik pun semakin tertanam di hati para siswa.






